Kunjungan ke Museum Kayu Tenggarong Turun Saat Libur Lebaran, Destinasi Baru Jadi Daya Tarik Alternatif

FRASA.ID, TENGGARONG– Tren kunjungan wisata ke Museum Kayu Tenggarong mengalami penurunan selama periode libur Lebaran tahun ini. Meski sempat terjadi lonjakan pengunjung beberapa hari setelah hari raya, jumlahnya masih belum mampu menyamai capaian tahun sebelumnya.

Pengelola museum, Sofian Hadi, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan mulai terlihat sejak H+3 Lebaran. Namun, angka tersebut dinilai belum signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Memang ada kenaikan setelah beberapa hari dibuka, tapi kalau dibandingkan tahun lalu, masih cukup jauh,” ujarnya.

Baca juga  Rahmat Kawal Bantuan Pembudidaya Ikan Air Tawar di Pesisir Kukar

Museum sendiri mulai menerima pengunjung pada hari kedua Lebaran, setelah sebelumnya tutup di hari pertama. Berdasarkan catatan sebelumnya, total pengunjung saat libur Lebaran bisa mencapai sekitar seribu orang. Sementara tahun ini, jumlah harian masih berada di kisaran puluhan pengunjung.

“Sehari sebelumnya sekitar 60-an orang, dan hari ini kurang lebih 80 orang,” jelas Sofian.

Ia menambahkan, pihaknya masih akan memantau perkembangan hingga akhir masa liburan untuk mengetahui angka pasti penurunan kunjungan.

Baca juga  Tahun Ini, Dinas PU Kukar Alokasikan Rp49 Miliar untuk Jalan Kahala-Tabang

Menurutnya, salah satu penyebab berkurangnya minat pengunjung adalah munculnya berbagai objek wisata baru di sejumlah daerah, seperti Samarinda, Loa Janan, hingga kawasan Kota Bangun dan Muara Muntai.

“Pilihan tempat wisata sekarang semakin banyak, jadi kemungkinan masyarakat ingin mencoba destinasi yang baru,” ungkapnya.

Meski demikian, museum ini masih menarik perhatian wisatawan dari luar daerah. Beberapa pengunjung tercatat berasal dari Balikpapan, Bontang, Malang, hingga Kabupaten Paser.

Baca juga  Pelantikan DPC RKM Kukar: Langkah Strategis Mengembangkan Tradisi Kutai

Salah satu pengunjung asal Balikpapan, Indra, mengaku tertarik datang setelah melihat ulasan di media sosial. Ia menilai museum tersebut cocok sebagai destinasi wisata edukatif, meski masih ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan.

“Tempatnya menarik, terutama untuk belajar. Tapi bagian depan mungkin bisa dipercantik lagi, misalnya ditambah taman,” ujarnya.

Ia juga menyebut kunjungan ke Museum Kayu menjadi agenda pertama selama berada di Tenggarong sebelum melanjutkan perjalanan bersama keluarganya.

Bagikan: