Garda Terdepan Pelayanan: Pemkab Kutim Targetkan Tuntaskan Penguatan Kapasitas RT di Seluruh Wilayah Tahun Depan

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memprioritaskan penyelesaian program penguatan kapasitas Rukun Tetangga (RT) pada tahun mendatang. Program ini bertujuan mengoptimalkan fungsi pelayanan publik dan memastikan pemerataan pembangunan mencapai tingkat komunitas paling bawah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa implementasi program ini telah berjalan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dalam beberapa tahun anggaran terakhir.

“Ada yang sudah terealisasi di 2024, ada yang terealisasi tahun ini, dan ada yang terealisasi tahun depan. Ini karena kita menyesuaikan kesiapan keuangan daerah,” ungkap Bupati Ardiansyah di Sangatta, Rabu (02/12/2025).

Baca juga  Posko Lebaran Road 9 Siap Beroperasi, Kolaborasi KPC–WIKA–BBPJN Perkuat Keamanan Arus Mudik 2026

RT sebagai Juru Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Ardiansyah Sulaiman secara tegas menempatkan RT sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat dan perpanjangan tangan pemerintah yang paling memahami kebutuhan serta kondisi lingkungan warganya.

Menurutnya, penguatan kapasitas—melalui penyediaan sarana pendukung hingga pelatihan—adalah kunci agar RT dapat menjalankan fungsi penting, seperti pelayanan, pendataan, dan koordinasi pembangunan, secara lebih optimal.

Baca juga  Kecamatan Tenggarong Targetkan Pembangunan Tercapai Dalam Waktu Dua Tahun

“Pemerintah daerah sangat membutuhkan data yang akurat dari RT untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar tepat sasaran dan inklusif,” tegasnya.

Penyelesaian Dukungan Operasional Ditargetkan Tuntas

Dalam rangka pemerataan, Bupati Ardiansyah memastikan bahwa distribusi dukungan sarana akan mencakup seluruh wilayah Kutim. Ia mengakui bahwa saat ini masih tersisa delapan desa yang belum menerima dukungan operasional, termasuk alokasi motor dinas RT.

Baca juga  Penerapan Penggunaan Aplikasi Srikandi di Seluruh OPD Kaltim Terus Diperluas

“Tahun depan insyaallah kita selesaikan delapan desa yang belum,” janji Ardiansyah.

Selain menyasar desa-desa tersebut, Pemkab Kutim juga menargetkan penyelesaian program penguatan kapasitas dan sarana pendukung ini dapat menyentuh seluruh kelurahan di Kutim pada periode anggaran yang sama, demi mewujudkan pelayanan prima yang merata bagi seluruh masyarakat.(ADV)

Bagikan: