Gotong Royong Jemaat Kumpulkan Rp1,3 Miliar Demi Bangun Gereja Toraja Sangatta

Suasana Peletakan batu pertama Gereja Primus Sangatta

SANGATTA — Semangat kebersamaan tampak begitu kuat dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta yang digelar Kamis (13/11/2025) sore.

Bukan hanya menjadi momen awal pembangunan rumah ibadah, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa gotong royong jemaat masih hidup dan mengakar kuat di Kutai Timur.

Hingga hari pelaksanaan, jemaat berhasil menghimpun dana pembangunan sebesar Rp1,3 miliar.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap solidaritas jemaat.

Menurutnya, kekompakan warga gereja menjadi pilar utama dalam mewujudkan pembangunan rumah ibadah.

Baca juga  Membangun Jembatan Literasi: Samarinda Menginspirasi dengan Kelas Menulis Kreatif

“Saya tidak kepingin mengatakan batu terakhir, tapi batu-batu berikutnya sudah banyak yang siap meletakkan,” ujarnya dengan nada optimistis di hadapan jemaat.

Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan moral dan fasilitasi terhadap pembangunan rumah ibadah.

Namun ia menekankan bahwa kekuatan utama tetap berasal dari masyarakat itu sendiri.

Keberhasilan mengumpulkan dana hingga Rp1,3 miliar menjadi bukti bahwa pemahaman kolektif jemaat tentang pentingnya rumah ibadah sangat kuat.

Ardiansyah menyebut bahwa semangat seperti ini adalah contoh ideal dari pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Baca juga  Arsip COVID-19: Bukti Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dan Warisan Dokumenter

Menurutnya, kesejahteraan hanya dapat tercapai jika masyarakat dilibatkan secara langsung dalam setiap proses pembangunan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam maupun sumber daya spiritual.

Keterlibatan jemaat dalam pembangunan gereja bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga wujud kesadaran mereka terhadap pentingnya membangun ruang-ruang kedamaian.

Dalam sambutannya, Bupati menyoroti bahwa Kutai Timur adalah daerah yang kaya akan keberagaman suku dan agama.

Keanekaragaman ini, katanya, justru menjadi modal besar dalam memperkuat persatuan.

Pembangunan Gereja Toraja Sangatta tidak hanya melahirkan bangunan fisik baru, tetapi juga menumbuhkan ruang harmoni dan solidaritas lintas umat.

Baca juga  Disdikbud Dorong Minat Sekolah, Bagikan Seragam Gratis Kepada 15 Ribu Siswa TK dan Paud

Rumah ibadah, menurut Ardiansyah, berperan penting dalam membentuk masyarakat yang berkarakter kuat, bijaksana, dan rukun.

Ia menegaskan bahwa pembangunan gereja juga melahirkan kesadaran kolektif untuk saling mendukung dan menjaga kedamaian, terlebih di tengah dinamika sosial ekonomi Kutai Timur yang kian berkembang.

Harapan untuk Pembangunan yang Lancar dan Diberkati

Menutup sambutannya, Ardiansyah menyampaikan doa agar seluruh proses pembangunan gereja berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat luas.

Ia juga berharap gotong royong jemaat dapat terus mengalir untuk menyelesaikan tahapan pembangunan berikutnya. (ADV)

Bagikan: