Dinkes Kutim Apresiasi Peran PKK dan Komunitas Perempuan dalam Perkuat Kampanye Germas

Hari Kesehatan Nasional Ke-61 di Kutai Timur

SANGATTA — Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kutai Timur (Kutim) menunjukkan perkembangan positif.

Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, keterlibatan perempuan khususnya PKK, komunitas ibu muda, dan kelompok perempuan lainnya tampak semakin kuat dalam menyebarkan edukasi kesehatan di tingkat keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno, menilai kontribusi kelompok perempuan memiliki dampak nyata terhadap pembentukan kebiasaan hidup sehat di rumah.

“Ibu-ibu ini punya pengaruh besar di keluarga. Mereka yang menentukan pola makan dan kebiasaan anak,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Baca juga  UMKM Banjir Cuan di Festival Pemuda Kreatif 2025 Kutai Timur

Menurutnya, keaktifan perempuan dalam Germas menjadi kekuatan tambahan yang penting bagi pemerintah daerah.

Banyak komunitas kini rutin mengikuti pelatihan gizi, kelas kesehatan keluarga, hingga praktik memasak menu sehat.

Keterlibatan tersebut membantu memperluas jangkauan edukasi tanpa bergantung pada program pemerintah semata.

Selama rangkaian HKN, organisasi perempuan ikut terlibat dalam pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan stunting, hingga kampanye pola hidup bersih.

Antusiasme ini mencerminkan meningkatnya kesadaran perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga secara menyeluruh.

Baca juga  Dispora Kukar Pastikan Event Turap Loop Kembali Dilaksankan di Ramadhan Tahun Ini

Sumarno menyebut kerja sama dengan PKK di semua kecamatan akan diperkuat untuk meningkatkan efektivitas edukasi di tingkat rumah tangga.

Langkah ini dianggap strategis mengingat PKK memiliki jaringan luas sampai ke dasawisma.

Komunitas ibu muda juga dinilai berperan besar dalam penyebaran informasi kesehatan melalui media sosial.

Konten sederhana mengenai nutrisi, kebersihan rumah, dan pola asuh sehat sering kali lebih mudah diterima masyarakat ketika disampaikan oleh sesama ibu.

Baca juga  DLH Kutim Siapkan Desa Hadapi Risiko Iklim, Proklim Diperluas 2026

Sumarno menilai pola ini membantu menjembatani edukasi formal dari pemerintah dengan penerapannya di kehidupan sehari-hari.

Dinkes Kutim mencatat bahwa pemberdayaan perempuan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesehatan keluarga.

Kesadaran terhadap nutrisi, kebersihan, dan sanitasi menjadi faktor penting dalam mencegah stunting serta penyakit berbasis lingkungan.

Dengan meningkatnya partisipasi perempuan, Sumarno optimistis kampanye Germas dapat menjangkau rumah tangga lebih cepat dan konsisten.

“Kalau ibu-ibu sudah bergerak, perubahan akan terasa lebih cepat,” tegasnya. (Adv)

Bagikan: