FRASA.ID, SAMARINDA- Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) , Akhmed Reza Fachlevi terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan literasi kepada masyarakat, mengingat hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, saat ini budaya literasi masih minim, terutama di kalangan generasi muda. Ini disebabkan oleh kurangnya minat membaca di masyarakat.
“Melalui berbagai inisiatif, seperti sosialisasi dan kunjungan langsung ke tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh generasi milenial, kita dapat meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya. Selasa (07/11/2023)
Budaya literasi masih menjadi masalah kompleks di Indonesia, khususnya di Kaltim. Padahal, membaca dapat memberikan pengetahuan yang sangat berharga.
Ia berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Kaltim dapat memberikan ruang dan program-program yang mendukung peningkatan budaya literasi.
“Salah satunya adalah dengan mendirikan pojok baca di berbagai lokasi publik,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menyadari pentingnya literasi digital dalam era saat ini. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi agar dapat mengakses informasi dengan mudah, tidak hanya melalui buku tetapi juga melalui perangkat genggam.(Advertorial)





