SANGATTA — Kondisi pertanian di Sangatta Selatan menunjukkan potensi besar, namun petani masih menghadapi tantangan yang cukup berat setiap hari.
Mulai dari irigasi yang tidak berfungsi maksimal hingga jalan tani rusak yang menyulitkan proses angkut hasil panen.
Pemerintah kecamatan kini berfokus mengurangi beban para petani dengan mendorong percepatan perbaikan kedua infrastruktur penting tersebut.
Di lapangan, banyak petani bekerja lebih keras bukan hanya untuk menanam, tetapi justru untuk memastikan hasil panen bisa keluar dari lahan dengan aman.
Situasi ini membuat produktivitas menurun dan biaya operasional meningkat.
“Kalau irigasinya rusak, air tidak sampai dengan baik. Petani pasti rugi,” ujar Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, S.H, pada Rabu (12/11/2025).
Masalah irigasi yang tersumbat lumpur atau pendangkalan membuat distribusi air tidak merata.
Saat musim kemarau, hal ini semakin terasa karena lahan di bagian hilir hampir tidak menerima suplai air.
Rusmiati menyebut keluhan petani datang hampir setiap pekan.
“Petani sudah sering mengadu. Mereka bilang air tidak mengalir sampai ujung. Ini harus kita perbaiki segera,” tegasnya.
Kesulitan lain muncul dari kondisi jalan tani yang rusak. Warga harus melewati jalur berlubang, becek, bahkan licin ketika hujan hanya untuk membawa hasil panen ke titik pengumpulan.
Beban fisik dan biaya yang dikeluarkan menjadi jauh lebih besar.
“Waktu saya turun ke lapangan, ada petani yang bilang, ‘Bu, kami lebih capek mengeluarkan hasil daripada menanamnya.’ Itu tidak boleh terjadi,” katanya.
Rusmiati menegaskan, memperbaiki akses tani tidak hanya memberikan kenyamanan bagi petani, tetapi juga menurunkan biaya angkut secara signifikan.
Ketika transportasi hasil panen lebih mudah, keuntungan petani dapat meningkat.
“Kalau aksesnya bagus, biaya angkut turun. Pendapatan petani otomatis naik,” jelasnya.
Kecamatan sudah mengajukan usulan revitalisasi irigasi dan pengerasan jalan tani kepada OPD terkait.
Rusmiati berharap program tersebut segera masuk dalam jadwal pembangunan tahun berjalan.
“Proposalnya sudah kami masukkan. Tinggal menunggu jadwal realisasinya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah kabupaten.
Menurutnya, investasi di sektor pertanian akan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Pertanian itu identitas kita. Kalau pemerintah mau hadir serius, saya yakin hasilnya akan luar biasa,” tutupnya. (ADV)





