SANGATTA — Upaya menghadirkan komoditas unggulan dari Sangatta Selatan mulai menunjukkan arah yang jelas.
Pemerintah kecamatan kini menaruh perhatian serius pada kopi lokal Teluk Kabur, tanaman yang selama ini tumbuh baik namun belum mendapatkan sentuhan pembinaan yang memadai.
Pendataan petani dan pembentukan kelembagaan tengah disiapkan sebagai langkah awal penguatan sektor ini.
Potensi kopi dinilai sangat besar, terlebih kualitas bijinya cukup baik berdasarkan hasil peninjauan di lapangan.
“Saya melihat langsung pohon kopinya. Kualitasnya bagus, tinggal pengelolaannya saja yang harus dibenahi,” ujar Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, S.H, pada Rabu (12/11/2025).
Untuk memperkuat rantai usaha, kecamatan juga mulai menjalin komunikasi dengan pelaku coffee shop lokal agar petani memiliki kepastian pasar.
Peluang ini mendapat respon positif dari pengusaha kopi yang bersedia bekerja sama dengan petani Teluk Kabur.
“Kami bertemu pemilik Mandiri Coffe. Mereka siap membeli dan melatih petani, asalkan produksi stabil,” ungkapnya.
Rusmiati menilai pola kemitraan ini akan membantu petani meningkatkan nilai jual, bukan hanya menjual biji kopi mentah.
Penguatan koperasi juga dianggap penting agar petani memiliki wadah yang mampu memperjuangkan harga yang lebih adil serta mendukung tata kelola pemasaran.
“Kita ingin petani punya posisi tawar. Makanya koperasi itu wajib dibentuk sebagai rumah mereka,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti persoalan legalitas lahan yang perlu dibereskan agar petani dapat fokus mengembangkan tanaman tanpa rasa khawatir.
Banyak areal kopi berada di zona yang memerlukan kepastian aturan sebelum dikembangkan lebih jauh.
“Saya ingin semuanya punya kepastian. Jangan sampai warga takut menanam karena khawatir melanggar aturan,” katanya.
Jika pembenahan ini berjalan sesuai rencana, Rusmiati optimistis kopi Teluk Kabur dapat menjadi produk unggulan yang bukan hanya dikenal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Kalau ini berjalan, kita bisa punya produk unggulan yang dibanggakan. Ekonomi masyarakat juga pasti ikut meningkat,” ungkapnya.
Untuk memperkuat sektor ini, kecamatan mendorong OPD terkait memberikan dukungan teknis, mulai dari pelatihan roasting, penyediaan bibit unggul, hingga bantuan alat pascapanen.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. (ADV)





