PJU Jadi Aset Ekonomi Baru, Kutim Bidik PAD Rp3,5 Miliar Tahun Depan

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai membawa Penerangan Jalan Umum (PJU) ke level yang lebih strategis. Tidak lagi dipandang sebagai sekadar fasilitas penerangan, PJU kini ditempatkan sebagai instrumen pembangunan modern yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang fiskal baru.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Poniso Suryo Renggono, mengatakan bahwa sektor PJU kini memiliki nilai ekonomi yang semakin terlihat. Dengan tata kelola yang tepat dan berbasis data, PJU mampu menyumbang pendapatan cukup signifikan bagi daerah.

“PAD dari PJU tahun ini mencapai Rp1,5 miliar. Target tahun depan kami menaikkannya menjadi Rp3,5 miliar,” kata Poniso pada Senin (17/11/2025).

Baca juga  Bupati Kutai Timur Soroti Transparansi dan Kepatuhan Perusahaan Pasca Ramai Isu PHK dan Pengelolaan Dana

Dishub Kutim saat ini melakukan pembenahan menyeluruh melalui inventarisasi seluruh aset PJU. Setiap titik dipetakan secara detail mana yang berfungsi, mana yang rusak, hingga wilayah-wilayah yang selama ini gelap dan belum tersentuh pembangunan.

Pendataan presisi ini dianggap krusial karena menjadi dasar penentuan arah investasi PJU ke depan. Selain untuk efisiensi anggaran, pemetaan tersebut membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk revitalisasi, pemasangan lampu hemat energi, dan pemanfaatan teknologi baru.

Baca juga  Pemkab Kukar Terbitkan Edaran Penyesuaian Jam Kerja ASN Selama Ramadan

Poniso menekankan bahwa orientasi pengembangan PJU tidak berhenti pada kontribusi terhadap PAD. Dampaknya jauh lebih luas dan berlapis.

Menurut Poniso, penerangan yang baik langsung berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat. Lampu jalan yang memadai menciptakan rasa aman, menggerakkan perdagangan malam, membuka ruang aktivitas warga yang lebih panjang, hingga membantu menurunkan potensi kenakalan remaja.

“Sejahtera itu bukan hanya soal materi, tetapi juga rasa aman dan nyaman. Penerangan jalan adalah salah satu faktor yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Dinanti Petani, Dinas PU Kukar Bangun Jaringan Irigasi di Desa Loh Sumber

Sejumlah lokasi strategis seperti Sangsaka, Wahukompenpelan, dan Jalan Ora Bengkal masuk daftar revitalisasi prioritas. Penambahan titik baru akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan wilayah dan hasil pemetaan yang diperbarui.

Dishub memastikan seluruh pembangunan PJU berbasis data valid untuk menghindari tumpang tindih dan penggunaan anggaran yang tidak efektif.

Dengan pendekatan terencana ini, PJU diharapkan tidak hanya menerangi jalan tetapi juga menerangi pembangunan Kutim memberikan multiplier effect pada keamanan, ekonomi malam, dan pendapatan daerah.(Adv)

Bagikan: