Kutim Bidik Pengurangan Sampah Puluhan Ton per Bulan lewat Bank Sampah

SANGATTA — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan pengurangan sampah dalam jumlah besar melalui penguatan sistem bank sampah di seluruh kecamatan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim menegaskan bahwa bank sampah akan menjadi instrumen utama pengurangan sampah dari sumber sebelum menuju TPA.

Kepala DLH Kutim, Aji Wijaya Effendi, menyatakan bahwa mulai 2025 pihaknya menargetkan setiap kecamatan memiliki unit pembina resmi untuk memastikan bank sampah berjalan optimal.

“Kalau bank sampah aktif, volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang signifikan,” katanya pada Rabu (12/11/2025).

Baca juga  Festival Pemuda Kreatif 2025, Bukti Pemkab Kutim Serius Bangun Generasi Muda

Aji menjelaskan bahwa DLH akan menugaskan tim UPT khusus untuk membina bank sampah secara rutin.

Pembinaan mencakup pelatihan pemilahan, pencatatan, hingga pemasaran material daur ulang.

Saat ini, beberapa kecamatan memang sudah memiliki bank sampah aktif, namun operasionalnya dinilai belum seragam.

Ada yang tidak melakukan penimbangan rutin, sementara yang lain belum terhubung dengan pengepul.

“Makanya kita benahi mulai tahun depan. Kita ingin semua berjalan dengan standar yang sama supaya hasilnya maksimal,” jelasnya.

Baca juga  Desa Kandolo Gaspol Penerangan Jalan, Kawasan Poros Ditarget Terang Total Tahun Depan

DLH juga akan memberikan dukungan peralatan seperti timbangan, karung sortir, hingga gudang penyimpanan sementara.

Langkah ini dilakukan agar proses pemilahan lebih tertata dan tidak terhambat fasilitas yang minim.

Bank sampah komunitas juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan sekolah dan kelompok PKK.

Sekolah menjadi fokus utama karena dapat membentuk kebiasaan pemilahan sejak dini.

“Nanti generasi ke depan sudah terbiasa memilah sampah sejak kecil. Ini investasi perilaku yang dampaknya besar,” ungkap Aji.

Baca juga  Kompleks Panti Asuhan di Tenggarong Jadi Lokasi Penampungan ODGJ

Selain berfungsi mengurangi volume sampah, bank sampah diproyeksikan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Material daur ulang memiliki nilai jual, dan aktivitas bank sampah dapat membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga.

DLH yakin, dengan koordinasi yang lebih terstruktur per kecamatan, Kutai Timur dapat mengurangi sampah hingga puluhan ton per bulan pada 2025, sekaligus memperkuat budaya pemilahan sampah di masyarakat. (ADV)

Bagikan: