DKP Kukar Tingkatkan Dukungan untuk Nelayan dan Pembudidaya melalui Program Perikanan Tangguh

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas sasaran pemberdayaan sektor perikanan dalam mendukung visi pembangunan daerah Kukar Idaman Terbaik. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Perikanan, Peternak dan Petani Tangguh yang kini menjadi fokus utama dalam periode RPJMD terbaru.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengungkapkan bahwa jumlah pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan yang akan difasilitasi pemerintah daerah meningkat tajam pada periode ini.

“Jika sebelumnya target fasilitasi hanya 25 ribu orang, kini kami menargetkan 100 ribu penerima, dan hampir separuhnya merupakan nelayan serta pembudidaya ikan,” jelasnya, Jumat (21/11/2025).

Baca juga  Pelantikan Antar Waktu, Selamet Ari Wibowo dari Fraksi PKB Resmid Jadi Anggota DPRD Kaltim

Fasilitasi Bertahap Hingga 2029

Muslik menjelaskan, dukungan diberikan melalui berbagai bentuk pemberdayaan selama lima tahun, mulai dari bantuan sarana tangkap hingga penguatan usaha hulu-hilir.

Bantuan bagi nelayan meliputi mesin kapal, perahu, alat tangkap, hingga ketinting. Sementara untuk pembudidaya, pemerintah menyediakan infrastruktur budidaya seperti kolam terpal, jaring, bioflok, serta benih ikan dan rumput laut.

“Program ini merupakan evaluasi dari sebelumnya sekaligus peningkatan skala pemberdayaan, agar pelaku usaha perikanan semakin berdaya saing,” tambahnya.

Baca juga  Kurangnya Tenaga Medis Menjadi Faktor Sering Terjadinya Kesenjangan Kesehatan

Infrastruktur Perikanan Dipercepat

Selain bantuan langsung, DKP Kukar juga berfokus pada pembangunan sarana penunjang sektor perikanan. Hal itu mencakup peningkatan fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Anggana dan Samboja.

Muslik juga memastikan bahwa pembangunan Integrated Cold Room Infrastructure (ICRI) di Muara Badak kembali menjadi prioritas pada tahun 2026, setelah sempat tertunda.

“ICRI sangat dibutuhkan sebagai mata rantai pendingin hasil perikanan, sehingga daya simpan dan nilai jual ikan akan meningkat,” ucapnya.

Selain itu, DKP juga mendorong percepatan pembangunan SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan) guna menekan biaya operasional nelayan saat melaut.

Baca juga  Ruang Koleksi Digital Perpustakaan Kaltim: Inovasi untuk Meningkatkan Akses terhadap Buku

Dukung Kemandirian Ekonomi Nelayan

Seluruh upaya tersebut, kata Muslik, diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan di seluruh kecamatan.

“Dengan dukungan pemerintah, kami ingin nelayan kita semakin tangguh dan usahanya semakin maju,” ungkapnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap ekonomi sektor kelautan dan perikanan dapat tumbuh lebih pesat sekaligus membantu mewujudkan Kukar Idaman Terbaik sebagai daerah yang berdaya saing dan mandiri secara ekonomi.(adv/prokomkukar)

Bagikan: