PJU Jadi Instrumen Rekayasa Sosial, Kutim Dorong Pemerataan Rasa Aman hingga Pelosok

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kini menempatkan revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) bukan hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi sebagai strategi rekayasa sosial untuk menghadirkan rasa aman dan meningkatkan produktivitas warga di seluruh kecamatan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menyebut PJU sebagai salah satu instrumen pembangunan yang paling nyata dampaknya bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Lampu jalan tidak hanya menerangi ruang fisik, tetapi juga mempengaruhi perilaku sosial, aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono, menegaskan bahwa arahan Bupati menempatkan PJU sebagai prioritas utama yang harus dipercepat. Menurutnya, penerangan jalan yang baik telah terbukti mengubah dinamika sosial di banyak titik.

Baca juga  Disdamkartan Kutim Layani Berbagai Macam Laporan Masyarakat

“Orang yang sebelumnya berjalan di area gelap kini merasa aman. Anak-anak yang biasa nongkrong di tempat gelap lebih mudah terpantau, sehingga potensi kenakalan berkurang. Pedagang malam pun bisa berjualan dengan lebih nyaman,” ujarnya pada Senin (17/11/2025).

Dishub saat ini melakukan inventarisasi besar-besaran terhadap seluruh unit PJU di Kutim. Mulai dari lampu yang masih aktif, unit rusak, hingga kawasan yang belum tersentuh penerangan sama sekali. Pendataan ini menjadi pondasi agar revitalisasi benar-benar tepat sasaran dan memberikan keadilan penerangan bagi semua kecamatan.

Baca juga  Dukungan BI Dinilai Jadi Peluang Besar, Camat Sangatta Selatan Dorong Teluk Sangkima Bangun Koperasi yang Kuat

Poniso menegaskan bahwa PJU memberi dampak berlapis. Selain menjadi penunjang keamanan publik, lampu jalan juga ikut menggerakkan ekonomi malam, menghidupkan UMKM, dan memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Revitalisasi PJU ini multi-efek. Tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga pada keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sejumlah wilayah seperti Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan ruas-ruas strategis lain menjadi prioritas pengerjaan tahun ini. Namun revitalisasi tidak berhenti di sana. Penambahan titik baru dilakukan bertahap mengikuti hasil pemetaan dan masukan masyarakat.

Baca juga  Tingkatkan Kesejahteraan Guru TK dan Paud, Disdikbud Kutim Tambah Insentif

Dishub juga memastikan pengawasan terhadap aset transportasi lain tetap berjalan, agar program penerangan ini tidak berjalan terpisah dari upaya pemeliharaan infrastruktur yang lain.

Melalui program revitalisasi ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat merasakan perubahan nyata: lingkungan yang lebih terang, lebih aman, dan lebih layak untuk aktivitas ekonomi serta interaksi sosial.

“Kutim terang bukan sekadar slogan. Dengan pengelolaan PJU yang baik, kita ingin mewujudkan kota yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera bagi semua,” pungkas Poniso.(Adv)

Bagikan: