FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempertegas komitmennya dalam peningkatan kehidupan keagamaan dan moral masyarakat melalui program bantuan rumah ibadah lintas agama. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan “Kukar Idaman” (Inovatif, Berdaya Saing, dan Mandiri) yang dijalankan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahreza, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara merata untuk masjid, mushola, gereja, hingga vihara, sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap nilai keadilan dan toleransi antarumat beragama.
“Bantuan kepada rumah ibadah tidak hanya untuk masjid atau mushola, tetapi juga untuk gereja dan vihara. Ini berjalan setiap tahun sesuai arahan pimpinan daerah,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Puluhan Rumah Ibadah Peroleh Bantuan di 2025
Selama tahun 2025, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran untuk puluhan rumah ibadah yang tersebar di berbagai kecamatan. Di wilayah Tenggarong, beberapa penerima bantuan di antaranya:
Yayasan Darussalam Sumber Rejo Maluhu – Rp 330 juta
Mushola Al-Muhajirin Desa Rapak Lambur – Rp 500 juta
GPdI Jalan Maduningrat Kelurahan Melayu – Rp 500 juta
Masjid Ash-Shadr Kelurahan Loa Ipuh – Rp 500 juta
Vihara Buddhayana Buddhist Center Kelurahan Timbau – Rp 500 juta
Dendy menyebut saat ini proses pencairan masih berlangsung dan hingga akhir tahun diperkirakan 16–17 rumah ibadah akan menerima hibah serupa.
Dukungan untuk Pendidikan Keagamaan
Selain rumah ibadah, Pemkab Kukar juga memberikan dukungan terhadap pengembangan pondok pesantren di berbagai wilayah. Hingga 2025 tercatat 50 pondok pesantren masuk dalam daftar penerima bantuan.
Tiga di antaranya telah mendapatkan bantuan operasional Rp 100 juta, yang diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional di Marangkayu, Samboja, dan Samboja Barat.
“Tahun depan sesuai arahan Bupati, program ini akan diperluas. Tidak hanya operasional, tetapi akan ada bantuan pendidikan bagi santri, terutama yang terkendala biaya SPP,” jelas Dendy.
Ia menegaskan bahwa dukungan ini bukan sebatas fasilitas fisik, melainkan juga pemenuhan kebutuhan pendidikan para santri untuk memastikan proses belajar berjalan optimal.
Manifestasi Pembangunan Spiritual dan Karakter
Program hibah keagamaan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan keharmonisan masyarakat, memperkuat ibadah, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Dendy menambahkan bahwa langkah Pemkab Kukar merupakan bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik.
“Visi Kukar Idaman juga menekankan pembangunan karakter dan kesejahteraan rohani masyarakat, agar kemajuan daerah sejalan dengan peningkatan nilai spiritual,” pungkasnya.(adv/prokomkukar)





