Rendi Solihin Tekankan Pemanfaatan Anggaran yang Lebih Efektif, Tetap Optimistis Pembangunan 2026 Berjalan Maksimal

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembangunan daerah. Meskipun Pendapatan Belanja Daerah (PBD) mengalami penurunan pada tahun mendatang, ia menyakini strategi perencanaan yang matang akan membuat pelaksanaan program tetap optimal.

Pesan tersebut ia sampaikan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kukar yang digelar pada Jumat (7/11/2025).

“Di tengah efisiensi yang terjadi dan menurunnya angka PBD, kami tetap optimistis. Dengan pengalokasian anggaran yang baik serta kolaborasi bersama DPRD dalam menyusun seluruh rencana kerja, kami yakin pelaksanaan pembangunan di tahun 2026 akan berjalan lancar,” ujar Rendi.

Baca juga  Perpustakaan Kaltim Dorong Literasi Digital dengan Buncu Baca

Menurutnya, Kukar sudah beberapa kali menghadapi situasi serupa. Ia mencontohkan masa pandemi COVID-19 sekitar lima tahun lalu, di mana APBD mengalami penyesuaian cukup signifikan. Meski demikian, pemulihan anggaran bisa dilakukan secara bertahap.

“Ketika anggaran bertambah tentu menjadi berkah, namun ketika berkurang pun kita harus siap. Yang terpenting bagaimana setiap rupiah yang ada dapat digunakan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca juga  Deretan TPST Rusak di Kutim Akan Direhab, DLH: Banyak Atap Sudah Ambruk

Rendi turut menyinggung penyempurnaan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbit yang menjadi bagian utama visi dan misi kepala daerah. Ia berharap seluruh OPD mulai mengeksekusi program secara menyeluruh pada 2026, seiring dengan penetapan RPJMD Kukar Idaman Terbaik.

“RPJMD harus segera diselesaikan sebelum akhir tahun agar seluruh OPD bisa mengeksekusi program di 2026. Kami telah rapat intensif dengan Pak Bupati dan seluruh OPD untuk memastikan segala persiapan berjalan maksimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa paradigma lama dalam pelaksanaan program harus ditinggalkan. Administrasi bukan lagi tujuan utama, melainkan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca juga  Hadapi Lonjakan ISPA di Wilayah Tambang, Pemerataan Dokter Spesialis Jadi Prioritas Utama Pemkab Kutim

“Jangan lagi hanya membuat dokumen tanpa dampak nyata. Banyak dokumen yang hanya jadi tumpukan kertas, padahal seharusnya bisa menjadi beras di rumah warga. Kita ingin memastikan setiap rupiah di Kukar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan semangat efisiensi yang produktif dan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, Rendi berharap pembangunan Kukar di tahun 2026 dapat tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(adv/prokomkukar)

Bagikan: