Pemkab Kukar Perkuat Pembinaan Warga Binaan, Diarpus Gandeng Lapas Perempuan Tenggarong Tingkatkan Akses Literasi

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), terutama dalam mendukung peningkatan literasi dan akses pendidikan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar yang digelar pada Selasa (4/11/2025).

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang hadir mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi tersebut.

“Program literasi ini sangat berarti bagi WBP. Mereka bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga  Desa Wisata Pela Dapat Bantuan Infrastruktur Senilai 1 Miliar dari Pemkab Kukar

Menurutnya, literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga menjadi ruang pemulihan mental bagi warga binaan yang ingin kembali berkontribusi positif dalam masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

Sunggono meminta Diarpus Kukar menyediakan koleksi bacaan yang sesuai minat dan kebutuhan pembinaan WBP, berdasarkan rekomendasi dari pihak Lapas.

“Kita ingin buku-buku ini benar-benar berguna dan menjadi bekal mereka ketika bebas nanti,” tegasnya.

 

Kapasitas Lapas Overload, Pembangunan Diharapkan Lanjut 2026

Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Riva Dilyanti, mengungkapkan bahwa kondisi lapas saat ini masih melebihi kapasitas ideal. Dari kapasitas maksimal 285 orang, lapas sekarang menampung 371 WBP.

Baca juga  Jalan Poros Muara Jawa-Sangasanga 'Ambyar' Diduga karena Tambang

“Jika digabung dengan warga binaan perempuan dari lapas dan rutan lain, jumlahnya bisa mencapai sekitar 900 orang,” jelasnya.

Akibat over kapasitas, setiap kamar yang idealnya 20 orang kini harus diisi hingga 41 orang, bahkan menggunakan ranjang bertingkat tambahan.

Riva berharap pembangunan lanjutan gedung lapas dapat direalisasikan kembali pada 2026, setelah sebelumnya tertunda karena efisiensi anggaran.

Dengan dukungan Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim, pembangunan lanjutan yang diperkirakan senilai Rp 19 miliar ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas hingga 700 WBP dengan penambahan 10 kamar hunian.

 

Baca juga  Distribusi Logistik Pilkada Serentak 2024, AHK : Logistik Harus Tiba Tepat Waktu

Fokus pada Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian

Selain infrastruktur, Lapas Perempuan Tenggarong menekankan pentingnya pembinaan yang komprehensif. Hal ini penting mengingat sekitar 80 persen WBP merupakan kasus narkotika.

Pembinaan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak seperti:

✔ Kementerian Agama: pembinaan rohani lintas agama
✔ HIMPSI: layanan psikologi dan konseling
✔ Mitra pelatihan: tata boga, tata rias, menjahit, dan menyulam

Riva berharap dukungan pemerintah daerah dan instansi lain terus mengalir bagi keberlanjutan program pembinaan di lapas.

“Kami ingin memastikan ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka benar-benar siap memulai kehidupan baru yang lebih baik,” tutupnya.(adv/prokomkukar)

Bagikan: