FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan positif seiring dengan masuknya era digitalisasi. Dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM semakin nyata, terutama bagi para perajin lokal yang membutuhkan fasilitas untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
Salah satunya dirasakan oleh Olivia Kristia, pelaku usaha kerajinan Sulam Tumpar yang berlokasi di Jalan Alimudin, Gang Rukun, Tenggarong. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan menjalankan usahanya karena keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan kerja.
“Sempat sulit berkembang, tapi setelah ada pendampingan dan bantuan dari pemerintah, usaha kami bisa terus berjalan. Bahkan pesanan kini mulai meningkat,” ungkap Olivia, Rabu (22/10/2025).
Sulam Tumpar yang menjadi fokus usahanya merupakan kerajinan khas Dayak Benuaq. Selama ini, Olivia melanjutkan usaha yang dirintis orang tuanya dengan melakukan pengembangan motif agar lebih diminati generasi saat ini.
“Orangtua dulu fokus pada tumpar saja. Sekarang saya mencoba memadukan dengan kreasi baru supaya lebih banyak dikenal,” tambahnya.
Bantuan berupa mesin jahit dari pemerintah, menurut Olivia, sangat membantu mempercepat proses produksi dan meningkatkan hasil yang dikerjakan para perajin. Ia berharap perhatian terhadap pelaku kerajinan tradisional dapat terus diperkuat.
“Harga yang diterima perajin sering tidak sebanding dengan waktu pengerjaan yang panjang. Minat pembeli juga belum tinggi sehingga banyak yang menjadikan usaha kerajinan hanya sebagai pekerjaan tambahan,” keluhnya.
Olivia berharap pemerintah dapat terus mendorong pemberdayaan para perajin, terutama yang menggarap kerajinan khas daerah seperti sulam tumpar dan ulap doyo.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pembinaan terbaik bagi UMKM. Selain bantuan alat produksi, pemerintah daerah juga memfasilitasi pelaku usaha untuk mengikuti berbagai ajang promosi di luar daerah.
“Kami ingin memastikan pelaku UMKM mendapatkan ruang lebih luas untuk memperkenalkan produknya. Dengan mengikuti event besar, exposure mereka meningkat dan pasar pun semakin terbuka,” jelas Sayid.
Dengan dorongan dari pemerintah, UMKM di Kukar diharapkan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi kekayaan daerah.(adv/prokomkukar)





