Dinas Ketapang Kubar Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan Daerah

FRASA.ID, KUTAI BARAT – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus berupaya mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Festival Pangan Lokal dan Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Non Beras Non Terigu Tahun 2025.

Kepala Dinas Ketapang Kubar, Rion, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat dan menarik.

Baca juga  Serbu! Kukar Kendalikan Inflasi Ramadan Lewat Gerakan Pangan Murah di Masjid SAMS

“Melalui lomba ini yang berbasis sumber daya lokal, diharapkan tercipta menu-menu sehat, lezat, dan kekinian yang mampu mengedukasi sekaligus menarik minat masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal serta mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu,” ujarnya.

Rion menambahkan, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung kemandirian pangan daerah. Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang melimpah, Kubar diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Baca juga  Bupati Kukar Senam Bersama Masyarakat dalam Rangka Hardiknas 2024

Festival Pangan Lokal dan Lomba Kreasi Menu B2SA Non Beras Non Terigu ini merupakan kerjasama antara Dinas Ketapang Kubar dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Ketua TP-PKK Kabupaten Kutai Barat Maria Christina Mozes, tim juri lomba, serta perwakilan TP-PKK dari setiap kecamatan dan sejumlah tamu undangan.

Baca juga  Bentuk Karakter Generasi Muda, Fitri Maisyaroh: Itu Harus Dilakukan Mulai Sekarang

Dinas Ketapang Kubar berharap, Festival Pangan Lokal dan Lomba Kreasi Menu B2SA Non Beras Non Terigu ini dapat menjadi wadah edukasi dan inspirasi bagi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang sehat, beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) berbasis kearifan lokal Kutai Barat.(Adv/Kr)

Bagikan: