FRASA.ID, KUTAI BARAT – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus berupaya mendorong inovasi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi penerus. Hal ini ditegaskan oleh Ketua TP PKK Kubar, Maria Christina Mozes Edwin, dalam berbagai kesempatan, termasuk pada Festival Pangan Lokal yang digelar baru-baru ini.
Menurut Maria, Festival Pangan Lokal bukan sekadar ajang seremonial, tetapi wadah kompetisi yang memvalidasi kemampuan dan inovasi masyarakat dalam mengolah pangan lokal.
“Kita harus menjadi duta pangan. Kegiatan ini adalah awal yang baik untuk membuka wawasan, pengetahuan, dan keterampilan dalam berimajinasi dan berinovasi,” ujarnya saat membuka festival di Gedung TP PKK Kubar, Barong Tongkok.
Maria menambahkan, kesadaran terhadap pangan lokal perlu terus ditumbuhkan dengan rasa cinta dan kepedulian terhadap tumbuh kembang serta masa depan generasi penerus. Ia berharap, melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, masyarakat Kubar dapat menciptakan menu-menu sehat, lezat, dan menarik yang dapat mengedukasi dan meningkatkan gizi keluarga.
Apresiasi juga disampaikan kepada TP PKK Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB) yang berhasil meraih juara pertama dalam Festival Pangan Lokal Lomba Kreasi Menu B2SA Non Beras Non Terigu Kabupaten Kubar 2025. Maria berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh TP PKK kecamatan untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi pangan lokal di wilayah masing-masing.
Bupati Kubar Frederick Edwin juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketapang bersama TP PKK Kubar yang telah melaksanakan festival ini. Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendorong inovasi menu olahan pangan lokal yang sehat, lezat, dan estetik, serta mendukung kemandirian dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Dalam festival tersebut, juara kedua diraih TP PKK Tering, juara tiga TP PKK Melak, harapan 1 TP PKK Barong Tongkok, harapan 2 TP PKK Bongan, dan harapan 3 TP PKK Siluq Ngurai. Kriteria penilaian meliputi kreativitas dan inovasi resep, aplikatif, citra rasa, penampilan dan estetika, serta keberagaman bahan pangan.
Dengan terus mendorong inovasi dan pemanfaatan pangan lokal, TP PKK Kubar berharap dapat menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, serta mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di daerah.(Adv/Kr)





