Embung Maluhu: Dari Irigasi hingga Destinasi Wisata Keluarga

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Di tengah geliat pembangunan di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara sebuah kawasan baru tengah tumbuh menjadi harapan.

Embung Maluhu—yang awalnya hanya ditujukan sebagai sumber irigasi—kini mulai menjelma sebagai simpul multifungsi, menggabungkan peran vital bagi pertanian, pengendalian banjir, hingga bakal menjadi oasis baru bagi wisata keluarga di Kutai Kartanegara.

Dengan hamparan seluas delapan hektare, embung ini berdiri sebagai langkah visioner Pemerintah Kelurahan Maluhu dalam mengelola sumber daya air dan lingkungan.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menjelaskan bahwa embung ini tidak hanya menjadi solusi teknis, tapi juga bagian dari mimpi besar warga Maluhu.

Baca juga  Kolaborasi Tradisi dan Modernitas Warnai Lomba Tari Kreasi Daerah Pedalaman di Festival Dahau 2025

“Fungsi utama embung ini adalah untuk irigasi pertanian. Tapi kami melihat potensi lebih besar—penahan banjir, pengembangan perikanan, hingga destinasi wisata ramah keluarga,” ujar Joko, Minggu (23/3/2025).

Kini, langkah pengembangan Embung Maluhu tengah memasuki fase penting. Pemerintah daerah telah mengalokasikan Rp3 miliar untuk penambahan turap dan pembangunan dua jembatan penghubung.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam satu tahun ke depan, dengan harapan menjadikan embung sebagai jantung baru aktivitas produktif dan rekreatif masyarakat.

Baca juga  Dispar Kukar Bakal Tambah Wahana Baru di Pulau Kumala

Namun, yang membuat proyek ini istimewa adalah konsep masa depannya. Joko menyebut bahwa embung ini akan dilengkapi dengan jogging track, area berkemah, spot memancing, dan bahkan rencana penebaran ikan untuk pengembangan sektor perikanan.

“Kami tidak ingin embung ini hanya jadi genangan air. Kami ingin ia menjadi ruang hidup, ruang bermain, dan ruang tumbuh bagi warga Maluhu,” tambahnya.

Baca juga  Kecamatan Melak Gelar Forum Konsultasi Publik: Libatkan Perangkat dan Tokoh Desa Susun SOP-SP Pelayanan

Tak berhenti di situ, pemerintah kelurahan juga tengah mengusulkan pembangunan balai pertemuan umum di sekitar kawasan embung, yang akan difungsikan untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, Embung Maluhu adalah simbol pergeseran cara pandang—bahwa alam dan pembangunan bisa berjalan beriringan, saling menghidupkan.

“Kalau semua berjalan lancar, embung ini akan jadi kebanggaan baru Maluhu. Kita akan punya tempat yang bukan hanya bermanfaat, tapi juga membahagiakan,” pungkas Joko, dengan semangat membara.(ADV/DISKOMINFOKUKAR)

Bagikan: