FRASA.ID, KUTAI BARAT – Kontingen Kalimantan Timur mencatatkan hasil membanggakan pada ajang Pentas Seni Budaya dan Gita Nusantara dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Berkat raihan tiga gelar juara pertama, Kaltim dinobatkan sebagai juara umum pada kompetisi yang mempertemukan pelaku pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia tersebut.
Kontribusi besar datang dari peserta asal Kabupaten Kutai Barat yang berhasil mengantarkan Kalimantan Timur menjadi yang terbaik pada dua nomor bergengsi, yakni vokal solo dan paduan suara.
Pada cabang vokal solo, Angelina Jessica Vania dari Kutai Barat tampil memukau hingga berhasil meraih Juara I. Sementara posisi kedua ditempati wakil Papua Barat Daya dan peringkat ketiga diraih tuan rumah Gorontalo.
Kesuksesan tersebut berlanjut pada kategori paduan suara. Tim yang diperkuat para anggota KTNA asal Kutai Barat kembali menunjukkan penampilan terbaik dan sukses meraih Juara I. Daerah Istimewa Yogyakarta berada di posisi kedua, sedangkan Papua Barat Daya menempati posisi ketiga.
Selain dua kemenangan tersebut, Kalimantan Timur juga menjadi yang terbaik pada kategori Tari Kreasi. Hasil itu memastikan kontingen Benua Etam memborong tiga gelar Juara I sekaligus mengunci predikat juara umum Pentas Seni Budaya dan Gita Nusantara PENAS XVII.
Di balik keberhasilan tim paduan suara tersimpan kisah yang mengharukan. Salah seorang anggota tim asal Kutai Barat, Yuni, mengungkapkan bahwa rombongan sebenarnya dipersiapkan dengan 15 personel. Namun, satu anggota meninggal dunia sekitar sepekan sebelum keberangkatan menuju Gorontalo sehingga tim hanya tampil dengan 14 peserta.
“Seharusnya kami berangkat 15 orang, tetapi hanya 14 orang karena satu teman kami meninggal seminggu sebelum keberangkatan. Juara ini kami persembahkan untuk teman kami yang telah berpulang,” ungkap Yuni.
Secara terpisah, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kontingen Kalimantan Timur, khususnya peserta dari Kutai Barat yang mampu menunjukkan kualitas di tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kalimantan Timur tidak hanya memiliki kemampuan di bidang pertanian dan perikanan, tetapi juga mampu mengangkat seni budaya daerah hingga meraih prestasi di ajang nasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia Kalimantan Timur memiliki potensi yang luar biasa. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, melestarikan budaya, sekaligus mengharumkan nama daerah di berbagai ajang nasional,” ujar Nanang.
Sebelumnya, sebanyak 78 peserta asal Kabupaten Kutai Barat turut memperkuat kontingen Kalimantan Timur pada PENAS XVII. Selain menjadi ajang bertukar pengalaman dan inovasi di sektor pertanian serta perikanan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Keberhasilan meraih tiga gelar Juara I sekaligus predikat juara umum menjadi penutup manis bagi kontingen Kalimantan Timur di PENAS XVII, sekaligus menegaskan kontribusi besar peserta asal Kutai Barat dalam mengharumkan nama Benua Etam di tingkat nasional. (Adv-Diskominfo Kubar).





