Tahun Depan, Disdamkartan Kutim Rencanakan Bentuk Kajian Manajemen Risiko Petugas Damkar

Petugas Damkar Kutim Saat Melakukan Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan

FRASA.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan membuat kajian manajemen risiko bagi petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Demikian disampaikan langsung oleh Kepala Diadamkartan Kutim, Failu melalui Kasi Inspeksi, Adriansyah belum lama ini.

Secara langsung ia menyatakan akan mengusulkan rencananya dalam membentuk sebuah kajian mengenai manajemen risiko bagi petugas Damkar.

Baca juga  Pemkab Kukar Keluarkan Aturan Ketat Ramadan 2025: Hiburan Ditutup, Makan Siang Dibatasi

“Menurut saya ini sangat perlu, para petugas Damkar harus memiliki manajemen risiko karena berhubungan langsung dengan penyelamatan saat terjadi bencana,” tegasnya.

Tak hanya itu, menurut Adriansyah juga manajemen risiko akan bermanfaat bagi petugas Damkar untuk mengantisipasi kecelakaan kerja saat melakukan penyelamatan di kala bencana terjadi.

Sebab, ia juga kerap menjumpai personel petugas Damkar di Kutai Timur khususnya mengalami accident di luar dugaan saat melakukan pemadaman kebakaran dan penyelamatan.

Baca juga  Bupati Kutai Barat Apresiasi Pelayanan Publik dan Usulan Pembangunan di Kecamatan Mook Manaar Bulatn

Akibatnya, petugas Damkar harus dirawat di fasilitas kesehatan (faskes) karena mengalami luka bakar.

“Pernah beberapa kali petugas Damkar kami terkena luka bakar saat memadamkan api, hal – hal seperti itu yang harus kita antisipasi melalui manajemen risiko bagi petugas Damkar,” ceritanya.

Oleh sebab itu, di tahun depan yakni 2025 pihaknya akan mengusulkan untuk melakukan kajian manajemen risiko bagi petugas Damkar melalui kerja sama dengan universitas.

Baca juga  Akhmed Reza Fachlevi Minta PPDB di Evaluasi

“Rencananya kami akan kerja sama dengan Universitas Gajah Mada yang di Yogyakarta, karena disana SDM (sumber daya manusia) sesuai dengan yang kami harapkan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: