Frasa.Id, Kutai Timur – Ketatnya persaingan pada ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutai Timur 2026 mulai terlihat sejak memasuki hari kedua pertandingan. Sejumlah atlet tuan rumah harus mengakhiri langkah lebih awal setelah mendapat perlawanan sengit dari para pemain tamu yang tampil agresif di setiap laga.
Pebulu tangkis Kutai Timur, Muhammad Al Farizy, gagal melanjutkan perjuangannya usai dikalahkan Keanu Al Fathir Rahadi dalam pertandingan dua gim langsung. Sejak awal laga, lawan tampil lebih dominan dan mampu menekan permainan Farizy hingga pertandingan berakhir cepat.
Hasil serupa juga dialami Syaufah Nurul Aini. Atlet putri Kutim tersebut harus mengakui keunggulan Salsabila Agustine setelah menjalani pertandingan dengan tempo tinggi. Upaya Syaufah untuk keluar dari tekanan lawan belum mampu membalikkan keadaan hingga akhir pertandingan.
Sementara itu, wakil Kutim lainnya, Wulan Suci Ramadhani, turut tersingkir setelah menghadapi Nayra Anan Jelita. Pertandingan berlangsung ketat pada beberapa poin awal, namun konsistensi permainan lawan membuat Wulan kesulitan mengembangkan ritme permainan terbaiknya.
Meski tiga atlet harus terhenti, persaingan di Sirnas C justru menunjukkan kualitas peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Para atlet tamu tampil percaya diri dan memberikan tekanan besar kepada tuan rumah sejak babak awal pertandingan.
PBSI Kutai Timur tetap menaruh harapan besar kepada atlet-atlet lain yang masih bertanding. Tim tuan rumah masih memburu poin penting dan peluang meraih medali pada sejumlah sektor yang tersisa.
Atmosfer pertandingan di GOR Kudungga Sangatta pun semakin kompetitif seiring meningkatnya tensi persaingan antar atlet. Dukungan penonton yang memenuhi arena turut menambah semangat para pemain dalam memperebutkan posisi terbaik di turnamen nasional tersebut.






