FRASA.ID, TENGGARONG– Jembatan Merah Putih Presisi yang berada di Gang Keluarga, Jalan Kawasan RT 06, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi dioperasikan pada Selasa (5/5/2026) pukul 09.00 Wita.
Peresmian jembatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Polsek Sangasanga, PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), dan masyarakat setempat sebagai upaya mendukung kelancaran akses transportasi warga.
Kegiatan peresmian dihadiri Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid, SH, Danramil Sangasanga Kapten Leo Nardo, Camat Sangasanga M. Dahriansyah, Lurah Kelurahan Jawa Badriansyah, Ketua RT 06 Slamet Riyadi, jajaran personel Polsek Sangasanga, Babinsa Kelurahan Jawa, serta perwakilan PT ABN.
Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan-sambutan, pemotongan pita, serta sesi foto bersama.
Dalam sambutannya, Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid, SH menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pembangunan dan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut.
“Jembatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperbaiki akses lalu lintas masyarakat, baik bagi pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor yang menghubungkan antarwilayah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut dapat terwujud berkat kerja sama antara Polsek Sangasanga, PT ABN, dan masyarakat Kelurahan Jawa.
Sementara itu, Camat Sangasanga M. Dahriansyah mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Kami dari jajaran Muspika Kecamatan Sangasanga memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada Polsek Sangasanga, masyarakat, dan PT ABN yang telah mendukung suksesnya program perbaikan jembatan ini,” katanya.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat dan memperlancar arus lalu lintas di wilayah Kelurahan Jawa.
Di sisi lain, Manajer Eksternal PT ABN, Bambang Takariyanto, mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang telah berjalan hampir 10 tahun.
Ia menyebut, program serupa bahkan pernah dilaporkan di tingkat ASEAN pada tahun 2023 dan memperoleh peringkat kedua.
“Kami berharap kerja sama ini terus terjalin dan keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Adapun material yang digunakan dalam perbaikan jembatan meliputi balok ulin berbagai ukuran, baut, paku ulin, semen, pasir sungai, serta pengecatan warna merah putih. Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 10.00 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.






