FRASA.ID, NASIONAL-Isu penggusuran di kawasan warung panjang Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto memicu keresahan warga setempat. Menanggapi hal tersebut, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan bahwa penertiban yang dilakukan tidak menyasar masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan itu.
Staf Khusus OIKN, Edgar Diponegoro, menyampaikan bahwa langkah penataan difokuskan pada bangunan dan aktivitas baru yang muncul setelah dimulainya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2022. Ia menegaskan, warga lama tetap mendapat perlindungan dan tidak akan dipindahkan.
“Penertiban ini bukan untuk warga lama. Kami hanya menindak bangunan atau pembukaan lahan baru yang tidak sesuai aturan,” ujar Edgar.
Pernyataan tersebut muncul setelah adanya protes warga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada 27 April 2026. Warga mempertanyakan surat peringatan yang meminta pengosongan area paling lambat 30 April 2026 karena kawasan tersebut termasuk wilayah konservasi hutan.
Edgar menjelaskan, masyarakat yang telah lama tinggal di lokasi tersebut secara otomatis menjadi bagian dari warga IKN, sehingga hak-hak mereka harus dijaga oleh negara.
“Mereka adalah bagian dari masyarakat IKN. Tidak ada alasan bagi kami untuk menggusur warga yang sudah lama tinggal di sana,” tegasnya.
Lebih lanjut, OIKN mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam memastikan penertiban berjalan tepat sasaran. Partisipasi warga dinilai penting untuk membedakan antara bangunan lama dan yang baru berdiri.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai skema solusi untuk memastikan keberlangsungan hidup masyarakat tetap terjamin tanpa melanggar aturan kawasan hutan.
“Ada beberapa opsi yang sedang kami bahas bersama pemerintah daerah, seperti perhutanan sosial, kemitraan konservasi, hingga kemungkinan enklaf. Semua akan diputuskan melalui musyawarah,” jelas Edgar.
OIKN menegaskan bahwa penataan ini bertujuan menciptakan kawasan yang tertib sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, tanpa mengabaikan hak masyarakat yang telah lama menetap di Tahura Bukit Soeharto.





