Kerjasama Dengan Yayasan Al Hikam Kutai Timur, Bunda PAUD Kutim Dorong Satuan Pendidikan Lebih Profesional

Frasa.Id, Kutai Timur – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah, menekankan pentingnya kedisiplinan administrasi sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas satuan PAUD di daerah.

Pesan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri Pelatihan Penggunaan Aplikasi Dapodik dan ARKAS yang berlangsung di Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur bekerjasama dengan Yayasan Al Hikam Kutai Timur yang diketuai Dr. Hendra Putra, M.H., M.M., MBA sebagai penyelenggara dan diikuti operator serta pengelola PAUD dari berbagai wilayah di Kutai Timur.

Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan sistem pendataan pendidikan serta aplikasi perencanaan dan pelaporan keuangan agar tata kelola satuan PAUD berjalan lebih tertata dan transparan dengan tujuan memperkuat kemampuan pengelolaan data pendidikan dan perencanaan anggaran berbasis digital.

Baca juga  Kisah Dharyanti, Ibu 8 Anak yang Menyapu Jalanan Sangatta Demi Keluarga

Dalam sambutannya, Siti Robiah menegaskan bahwa manajemen sekolah tidak hanya berkutat pada proses pembelajaran di kelas. Ia menyebut perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga pelaporan menjadi rangkaian penting yang tidak bisa dipisahkan.

“Pengelolaan sekolah harus dimulai dari perencanaan yang matang, dilaksanakan secara konsisten, dan diakhiri dengan laporan yang rapi. Jika itu dilakukan disiplin, maka proses evaluasi maupun pemeriksaan tidak akan menjadi kendala,” ujarnya.

Baca juga  HIV Penyakit Prioritas, Dinkes Kutim Targetkan Eliminasi Sebelum 2030

Ia mengungkapkan, salah satu persoalan yang masih sering terjadi adalah kebiasaan menyusun laporan setelah kegiatan selesai dalam waktu yang terlalu lama. Kondisi ini kerap membuat dokumen pendukung seperti kuitansi maupun dokumentasi kegiatan tidak tersimpan dengan baik.

Selain itu, ketidaksinkronan antara rencana dan pelaksanaan juga dinilai menjadi tantangan dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Karena itu, penyusunan program yang realistis dan terukur perlu menjadi perhatian sejak awal.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang administrasi yang harus dikelola dengan baik. Ketika administrasi tertib dan pembelajaran berkualitas, maka kemajuan sekolah akan lebih cepat tercapai,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat kapasitas satuan PAUD melalui berbagai dukungan, mulai dari penyediaan fasilitas, Alat Permainan Edukatif, hingga pelatihan teknis bagi tenaga pengelola.

Baca juga  Kemkominfo Berubah Menjadi Kemkomdigi, Kepala Diskominfo Staper Kutim : Belum Ada Kebijakan Baru di Daerah

Dukungan tersebut diberikan secara merata kepada lembaga negeri maupun swasta sebagai bagian dari komitmen meningkatkan mutu pendidikan usia dini di daerah.

Melalui pelatihan ini, Siti Robiah berharap para operator semakin memahami pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data dan anggaran sehingga tidak ada lagi satuan PAUD yang tertinggal dalam aspek tata kelola. Dengan kerja bersama, PAUD di Kutai Timur diharapkan berkembang menjadi lembaga pendidikan yang profesional, akuntabel, dan memiliki daya saing.

Bagikan: