Pemkab Kutim Intensif Kawal Elektrifikasi Desa, Bupati Pastikan 15 Titik Jaringan Rampung Awal 2026

Ilustrasi petugas tengan memperbaiki jaringan listrik. (HO/PLN)

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah pedalaman.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa proses pemasangan jaringan listrik di sejumlah lokasi kini terus dikebut dan ditargetkan selesai pada awal tahun depan.

Ia juga meluruskan informasi terkait jumlah titik pengerjaan yang sebelumnya beredar.

“Listrik bukan C13, ada C15. Ini sedang berjalan. Insya Allah Januari ke Februari sudah selesai,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna XI pada Jumat malam.

Ardiansyah menegaskan bahwa seluruh pekerjaan berada dalam kewenangan PLN.

Baca juga  1000 Siswa SD di Kutai Timur Meriahkan Kegiatan Membaca dan Mendongeng dari DPK Kaltim

Pemerintah daerah, kata dia, berperan sebagai fasilitator dan terus meminta percepatan agar layanan listrik segera menyentuh seluruh warga.

“Itu semua dari PLN. Kita hanya meminta PLN untuk segera,” tuturnya.

Program elektrifikasi ini menjadi fokus penting mengingat masih adanya wilayah yang bergantung pada sumber energi alternatif.

Kondisi geografis yang beragam di Kutai Timur turut membuat proses pemasangan jaringan membutuhkan waktu lebih panjang, terutama di desa yang berada jauh dari jangkauan sistem kelistrikan utama.

Baca juga  Kemkominfo Berubah Menjadi Kemkomdigi, Kepala Diskominfo Staper Kutim : Belum Ada Kebijakan Baru di Daerah

Pemkab memastikan bahwa koordinasi terus dilakukan agar tidak ada lagi desa tertinggal yang menunggu terlalu lama untuk mendapatkan layanan dasar tersebut.

Kehadiran jaringan listrik diyakini akan membuka akses lebih luas bagi pengembangan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Selain isu elektrifikasi, Ardiansyah juga menegaskan bahwa program dengan alokasi langsung kepada masyarakat tetap berjalan tanpa pengurangan, khususnya Dana RT yang menjadi salah satu program unggulan daerah.

“Dana RT tidak. Itu tetap menjadi program unggulan,” tegasnya.

Di samping itu, program pengadaan motor untuk ketua RT juga disebut tetap berlanjut sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran tugas pelayanan lingkungan.

Baca juga  Bupati Ardiansyah: Akses Pendidikan Tidak Boleh Bergantung pada Kemampuan Orang Tua

Sebagian unit telah terealisasi tahun ini.

Pemkab berharap masyarakat dapat memahami proses yang berlangsung, karena beberapa titik desa masih membutuhkan pembangunan jaringan tambahan sebelum dapat dialiri listrik sepenuhnya.

Namun pemerintah memastikan bahwa target awal 2026 realistis dan sedang dijalankan secara bertahap.

Dengan masuknya listrik ke wilayah-wilayah terpencil, Ardiansyah optimistis aktivitas ekonomi warga dapat tumbuh lebih cepat dan memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (ADV)

Bagikan: