Atasi Kesenjangan Akses Kesehatan di Desa Terpencil, Dinkes Kutim Perluas Layanan Jemput Bola

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno

SANGATTA — Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang setara bagi seluruh warga Kutai Timur (Kutim) kembali ditegaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim melalui penguatan program layanan jemput bola, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Pelaksana Tigas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menyebut sejumlah kecamatan masih menghadapi situasi yang tidak mudah dalam mengakses layanan kesehatan.

Tantangan medan, jarak tempuh, dan keterbatasan fasilitas menjadi alasan utama program layana kesehatan dengan sistem jemput bola terus diperluas.

Baca juga  Dinas Pekerjaan Umum Rutin Pantau Proyek Pelebaran Jalan Depan Pendopo Bupati Kukar

“Karena memang kita ketahui bersama wilayah seperti Sandaran, Busang, dan Batu Ampar menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Menurut Sumarno, pendekatan jemput bola menjadi solusi paling efektif untuk memastikan pelayanan dasar tetap merata.

Dalam program ini, tenaga kesehatan turun langsung ke desa-desa untuk memberikan imunisasi, pemeriksaan kesehatan, layanan gizi keluarga, hingga edukasi pola hidup sehat.

Selama momentum Hari Kesehatan Nasional ke-61, beberapa tim medis dikirim ke wilayah yang jarang tersentuh layanan rutin.

Baca juga  Pelantikan Antar Waktu, Selamet Ari Wibowo dari Fraksi PKB Resmid Jadi Anggota DPRD Kaltim

“Alhamdulilah respon masyarakat sangat positif karena program ini mengurangi biaya perjalanan sekaligus memudahkan akses layanan,” sebutnya.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan jemput bola untuk melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya.

Sumarno menyampaikan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum percepatan layanan bergerak.

Pemerintah tengah menyiapkan penambahan armada dan peralatan medis untuk memperkuat layanan lapangan.

Selain itu, status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas juga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam penggunaan anggaran sehingga kegiatan lapangan bisa dilakukan lebih intensif dan responsif.

Baca juga  Pembangunan Gereja Toraja Diharapkan Perkuat Spiritual Warga Kutai Timur

Pemerataan layanan kesehatan, kata Sumarno, tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan.

Untuk itu, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing kecamatan.

Sumarno menegaskan bahwa pemerataan layanan adalah fondasi utama pembangunan kesehatan di Kutim.

“Karena pasa prinsipnya, semua warga berhak mendapatkan pelayanan yang sama, di mana pun mereka tinggal,” tegasnya. (Adv)

Bagikan: