Bupati Ardiansyah Sulaiman Tekankan Pentingnya Data Presisi untuk Percepatan Sitisek

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menerima buku laporan program Sitistek.

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa keberhasilan Program Rencana Aksi Daerah Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (Sitisek) sangat bergantung pada kualitas pendataan.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyoroti pentingnya data kependudukan yang benar-benar akurat untuk memetakan kondisi pendidikan secara tepat.

Bupati menyampaikan bahwa percepatan program tidak boleh terhambat oleh administrasi yang lambat.

Ia meminta agar proses pendataan usia sekolah dilakukan secara detail dan tidak menunggu pembaruan data yang biasanya berlangsung bertahun-tahun.

Baca juga  Bupati Kukar Dorong PT MGRM Tingkatkan Kualitas dan Integritas Bisnis

Dukcapil harus segera menemukan data keluarga usia sekolah by name by address karena tanpa itu kita tidak bisa bergerak cepat,” ujarnya pada Jumat (21/11/2025).

Menurut Ardiansyah, perubahan data setiap tiga tahun jelas tidak cukup untuk menjawab kebutuhan percepatan pendidikan.

Data yang valid dan mutakhir akan membantu pemerintah mengidentifikasi anak yang belum sekolah secara lebih tepat dan cepat.

Bupati juga menyampaikan kesiapan dirinya untuk turun langsung apabila ditemukan keluarga yang anaknya tidak mengenyam pendidikan.

Baca juga  Mengenal Sosok Marhadyn, Perencana Pembangungan Daerah di Kutai Timur

Ia mengungkapkan salah satu pengalaman saat menerima laporan tentang anak tidak sekolah di kawasan Simpang Tiga Sangatta Utara, yang menurutnya perlu penanganan langsung agar penyebabnya dapat dipahami secara utuh.

Tidak hanya itu, ia menyoroti temuan anak tidak sekolah di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Banyak dari mereka berasal dari keluarga pemulung, namun Bupati menegaskan bahwa profesi orang tua tidak boleh menjadi penghalang bagi hak pendidikan anak.

“Kalau dia punya anak dan tidak sekolah maka itu yang harus kita antisipasi tanpa melihat pekerjaan keluarganya,” ungkapnya.

Baca juga  Terima 100 Laporan, Diskominfo Staper Kutim : SP4N Lapor Berjalan Normal dan Lancar

Melalui Sitisek, pemerintah ingin menghubungkan data kependudukan dengan layanan pendidikan sehingga tidak ada lagi anak usia sekolah yang tercecer dari sistem.

Integrasi data ini diharapkan menjadi kunci untuk menurunkan angka anak tidak sekolah secara signifikan.

Upaya ini juga menjadi langkah penting untuk memastikan pemerataan akses pendidikan terus meningkat dan menjadi pondasi penguatan sumber daya manusia Kutai Timur. (ADV)

Bagikan: