SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menegaskan bahwa organisasi masyarakat (Ormas) memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan sosial di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat menghadiri Sosialisasi Ormas yang digelar Badan Kesbangpol Kutim dan diikuti ratusan perwakilan organisasi.
Mahyunadi memandang keberadaan Ormas bukan hanya sebagai pelengkap kehidupan sosial, tetapi pilar penting yang menopang kekuatan masyarakat dari akar rumput.
Ia mengapresiasi langkah Kesbangpol yang terus aktif membina dan memperkuat kapasitas organisasi.
“Saya sangat senang dengan apa yang dilakukan Kesbangpol. Ada sekitar 400 Ormas yang terdaftar, dan hari ini mereka mendapat sosialisasi tentang bagaimana seharusnya Ormas berperan di tanah air ini,” ujarnya pada Selasa (18/11/2025).
Menurut Wabup, nilai kebangsaan yang dipahami oleh Ormas menjadi benteng untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa Ormas membawa tanggung jawab moral sekaligus sosial karena lahir dari komunitas yang mereka wakili.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi masyarakat bukan sekadar struktur atau jumlah anggota, melainkan kemampuan mereka menjaga persatuan.
“Yang paling penting adalah menjaga bangsa ini tetap kokoh, bersatu, dan kuat. Dengan begitu, Indonesia bisa lebih maju lagi,” tambahnya.
Dalam pandangannya, Ormas juga memiliki fungsi sebagai penyaring informasi dan penopang literasi masyarakat.
Zaman yang dipenuhi arus informasi cepat terkadang memunculkan kebingungan publik; di titik inilah Ormas dinilai mampu menjadi penuntun dan penyeimbang.
Melalui kegiatan organisasi, anggota mendapatkan wawasan baru, tidak hanya dari lingkup lokal tetapi juga dari jejaring nasional bahkan internasional.
“Wawasan bertambah dan ide-ide kreatif muncul dari sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, masuknya pengetahuan dari luar daerah ikut memperkaya pola pikir masyarakat Kutai Timur.
Ormas kemudian menjadi jembatan penyebaran wawasan tersebut kepada lingkungannya.
Wabup berharap agar setiap Ormas menjalankan peran sosialnya dengan profesional dan konsisten.
Menurutnya, organisasi yang kuat dan tertib akan memberikan efek domino berupa stabilitas daerah yang semakin terjaga.
Karena itu, kegiatan pembinaan seperti sosialisasi ini dianggap penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan dialog terbuka, tempat para pengurus Ormas menyampaikan pandangan dan mendiskusikan langkah konkret memperkuat persatuan sosial di Kutai Timur. (ADV)





