Dari Hasil Pertanian hingga Kafe, SAE PASTARUNG Buka Peluang Ekonomi bagi Warga Binaan

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong kini didorong tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas.

Upaya tersebut dikembangkan melalui Sentra Asimilasi dan Edukasi (SAE) PASTARUNG yang menjadi wadah kegiatan produktif sekaligus sarana mempertemukan warga binaan dengan masyarakat.

Salah satu program yang dikembangkan adalah produksi kebutuhan pangan secara mandiri. Warga binaan dilibatkan dalam kegiatan pertanian dan pengolahan produk seperti sayuran, telur, hingga tempe. Hasilnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta mengatakan, pihaknya ingin membangun sistem produksi yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan lapas secara mandiri. Melalui program Simpul Berdaya, pihaknya juga berupaya memperkuat pemasaran hasil produksi warga binaan.

Baca juga  Geleo Asa Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Pemerintahan Kampung, Semangat Sinergi Membangun Desa

“Sayuran yang dihasilkan dikonsumsi oleh dapur lapas. Kami memiliki vendor yang membeli hasil produksi dari kami, mulai dari sayuran, telur, hingga tempe. Sekarang kami berupaya agar kebutuhan tersebut bisa kami suplai sendiri,” jelas Wayan.

Menurutnya, kegiatan produktif tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi warga binaan. Mereka yang terlibat berkesempatan memperoleh premi atau upah dari pekerjaan yang dilakukan.

Tidak hanya mengembangkan sektor pertanian dan pangan, SAE PASTARUNG juga menyiapkan pengelolaan kafe sebagai ruang integrasi warga binaan dengan masyarakat. Mereka yang telah memenuhi persyaratan pembinaan akan dilibatkan dalam operasional usaha tersebut.

Untuk menunjang kesiapan tenaga kerja, Lapas Tenggarong telah memberikan pelatihan keterampilan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), termasuk kemampuan memasak. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di luar lapas.

Baca juga  Loa Janan Crative Festival Bius Ribuan Pasang Mata Warga Kukar

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyambut baik pengembangan SAE PASTARUNG yang diresmikan pada Selasa (27/10/2026). Ia menilai fasilitas tersebut dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesiapan menjalani kehidupan bermasyarakat.

Pemkab Kukar, kata Aulia, akan berupaya memberikan dukungan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai dengan kewenangan dan kebijakan yang dimiliki. Dukungan tersebut termasuk mendorong pengembangan kegiatan pemberdayaan agar manfaatnya semakin luas.

Aulia berharap warga binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaan dapat kembali ke lingkungan masyarakat dengan membawa keterampilan dan perilaku yang lebih baik.

Baca juga  Penelusuran Arsip Masjid Tua Samarinda Seberang Tuntas, Hasilnya Akan Dijadikan Bahan Edukasi

Di sisi lain, Wayan menekankan bahwa keberhasilan pembinaan juga membutuhkan penerimaan masyarakat. Karena itu, SAE PASTARUNG dirancang sebagai ruang yang memungkinkan warga binaan menunjukkan kemampuan dan hasil karya mereka secara langsung.

“Kami membuat program integrasi warga binaan dengan masyarakat agar mereka bisa bergabung dan menunjukkan hasil karya mereka di sini. Ini menjadi bukti bahwa dengan integritas dan perubahan perilaku, mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Melalui pengembangan SAE PASTARUNG, Lapas Tenggarong berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan, pengalaman kerja, serta peluang ekonomi ketika kembali ke tengah masyarakat. Program ini sekaligus diharapkan membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat perubahan dan kemampuan warga binaan tanpa terus dibayangi stigma masa lalu. (adv/diskomkukar)

Bagikan: