FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memperkuat karakter dan integritas aparatur sipil negara (ASN) melalui pembinaan nilai-nilai keagamaan. Salah satunya dengan mempertahankan Gerakan Etam Mengaji agar terus menjadi bagian dari budaya di lingkungan pemerintahan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menilai pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk pribadi aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki landasan moral dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurutnya, program yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya tersebut merupakan kebijakan positif yang perlu dilanjutkan. Keberlanjutan program menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai kebaikan yang sudah tumbuh di tengah masyarakat.
Aulia mencontohkan penerapan persyaratan kemampuan membaca kitab suci bagi pegawai pemerintah, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengurus pengambilan maupun perpanjangan surat keputusan (SK).
Bagi pegawai beragama Islam, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu persyaratan. Sementara pegawai beragama Kristen dan Katolik diharapkan mampu membaca kitab suci masing-masing. Adapun pemeluk agama lainnya diharapkan memahami serta menjalankan ajaran pokok sesuai keyakinannya.
Kebijakan tersebut, menurut Aulia, menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pembentukan karakter aparatur. Nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tercermin dalam perilaku, kedisiplinan, dan tanggung jawab saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, penguatan pembinaan keagamaan juga berjalan seiring dengan upaya meningkatkan prestasi Kukar dalam bidang keagamaan. Aulia menyebut daerahnya pernah mendominasi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur dengan enam kali berturut-turut meraih gelar juara umum.
Meski gelar tersebut pada pelaksanaan terakhir direbut Kabupaten Kutai Timur, Kukar tidak ingin kehilangan tradisi prestasinya. Terlebih, daerah ini dijadwalkan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kaltim pada Desember mendatang.
“Insyaallah, pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Desember mendatang, kita siap kembali menjadi juara umum,” ujar Aulia.
Pemerintah daerah berharap pembinaan keagamaan dapat terus berkembang, baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat luas. Dengan demikian, Gerakan Etam Mengaji tidak hanya menjadi program yang dipertahankan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan memperkuat identitas religius masyarakat Kukar.(adv/diskomkukar)





