Beseprah Erau 2026, Ketua DPRD Kukar Dorong Kuliner Tradisional Lebih Berkualitas

FRASA.ID,KUTAI KARTANEGARA – Tradisi Beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga dinilai berpotensi mendorong pelestarian kuliner tradisional Kutai Kartanegara (Kukar). Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengusulkan agar penyelenggaraan Beseprah ke depan dilengkapi evaluasi dan penilaian terhadap hidangan yang disajikan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Beseprah di kawasan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (24/9/2026). Menurutnya, tradisi makan bersama ini menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan Kesultanan dan pemerintah daerah dalam suasana setara, penuh kebersamaan, serta saling berbagi.

Baca juga  Maslianawati Edi Damansyah Kukuhkan Ketua TP PKK Kecamatan Loa Janan, Muara Muntai, dan Tabang

Ahmad Yani mengatakan, Beseprah memiliki makna budaya yang lebih luas daripada sekadar menikmati hidangan bersama. Tradisi tersebut mengajarkan pentingnya rasa syukur atas rezeki sekaligus kepedulian untuk berbagi dengan sesama. Karena itu, nilai-nilai tersebut perlu dipertahankan dalam setiap pelaksanaan Erau.

“Beseprah mengingatkan kita bahwa rezeki merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri bersama. Melalui tradisi ini, masyarakat bisa berkumpul, berbagi makanan, dan memperkuat kebersamaan tanpa membedakan latar belakang,” ujarnya.

Selain menjaga nilai budaya, Ahmad Yani menilai penyajian kuliner dalam Beseprah dapat dikembangkan menjadi sarana memperkenalkan sekaligus meningkatkan kualitas makanan khas daerah. Ia mengusulkan agar panitia mempertimbangkan penilaian terhadap hidangan tradisional yang disajikan sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk terus menjaga cita rasa dan kualitas kuliner lokal.

Baca juga  Tim Pansus DPRD Kaltim Bertemu Kemendagri RI Untuk Konsultasi Raperda Ponpes

Menurutnya, aspek kebersihan, kesehatan, dan kehalalan makanan juga perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kegiatan budaya yang melibatkan banyak orang. Dengan demikian, Beseprah tidak hanya memberikan pengalaman budaya, tetapi juga memastikan hidangan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar yang layak.

“Selain melestarikan makanan tradisional, kita juga harus memperhatikan kesehatan dan keamanan hidangan yang disajikan. Jadi, kuliner yang dinikmati masyarakat tidak hanya enak, tetapi juga sehat dan halal,” tegasnya.

Baca juga  Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kecamatan Tenggarong Bagikan Mobil Ambulance

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti Beseprah pada Erau tahun ini. Ahmad Yani berharap tradisi menjamu masyarakat melalui hidangan bersama dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan daerah, tidak terbatas pada rangkaian Erau. Upaya tersebut dinilai dapat memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Kukar kepada masyarakat luas.(adv/diskomkukar)

Bagikan: