2 Penegasan Bupati Kukar soal Erau di IKN: Erau Adat Kutai Tetap di Tenggarong

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA -Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meluruskan wacana pelaksanaan Erau di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan untuk menggantikan ataupun memindahkan Erau Adat Kutai yang selama ini menjadi agenda tahunan di Tenggarong.

Penegasan itu disampaikan Aulia untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat, menyusul munculnya wacana pelaksanaan Erau di IKN yang berpotensi dipahami sebagai pemindahan tradisi tahunan dari Tenggarong.

“Nah, ada sedikit yang ingin saya luruskan. Kemarin kan dapat diwacanakan untuk Erau di IKN,” kata Aulia.

Ia menjelaskan, Erau tidak hanya dilaksanakan di Tenggarong. Sejumlah daerah juga menggelar kegiatan serupa sebagai bagian dari tradisi dan sejarah yang memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Baca juga  Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak pada Peringatan HAN 2025

“Erau itu artinya pesta riuh. Erau hari ini dilaksanakan di beberapa titik. Tanggal 12 nanti kita melaksanakan Erau di Kutai Timur. Terus ada juga pelaksanaan Erau di beberapa titik,” jelasnya.

Menurut Aulia, pelaksanaan Erau di IKN nantinya dapat ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Erau di wilayah-wilayah yang memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Erau di IKN merupakan bagian dari Erau yang dilaksanakan di daerah-daerah bagian Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bukan memindahkan Erau yang ada di Tenggarong hari ini ke IKN,” tegasnya.

Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong

Aulia kemudian menekankan perbedaan antara pelaksanaan Erau di berbagai daerah dengan Erau Adat Kutai yang menjadi agenda tahunan di Tenggarong.

Baca juga  Kutai Barat Semakin Gemilang di Usia ke-26: Sinergi dan Inovasi Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan

“Nah, ini yang harus dipahami oleh seluruh pihak. Erau Adat Kutai adanya di Tenggarong. Itu yang harus kita pahami, Erau Adat Kutai ada di Tenggarong,” ujarnya.

Ia menyebut, pelaksanaan Erau di daerah lain tetap dapat dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap tradisi sekaligus sarana untuk mengambil nilai dan hikmah dari kegiatan tersebut.

“Erau-Erau yang lain bisa dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan, sebagai bentuk kita ingin mengambil hikmah daripada Erau itu sendiri. Akan tetapi, Erau yang kita sebut dengan Erau Adat Kutai setiap tahunnya itu tetap kita laksanakan di Tenggarong,” jelasnya.

Baca juga  Kemenkeu Bagi Rezeki, Kukar Kecipratan Rp11,6 Miliar Dana Insentif Fiskal

Aulia juga memastikan Erau Adat Kutai tahunan di Tenggarong tetap memiliki jadwal tersendiri, yakni pada 20 hingga 27.

“Dari tanggal 20 sampai tanggal 27. Ini yang harus kita luruskan sehingga tidak terjadi distorsi informasi di tengah-tengah masyarakat, seolah-olah tahun depan Erau itu dilaksanakan di IKN, di Tenggarong tidak dilaksanakan Erau,” ungkapnya.

Ia berharap penjelasan tersebut dapat dipahami masyarakat agar wacana pelaksanaan Erau di IKN tidak menimbulkan persepsi bahwa tradisi tahunan Erau Adat Kutai akan dipindahkan dari Tenggarong.

“Mungkin ini yang harus kita sampaikan kepada seluruh warga masyarakat biar tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkas Aulia. (adv/diskominfokukar)

Bagikan: