Bupati Kukar Ajak Warga Jadi Bagian dari Kekuatan Relawan Hadapi Bencana

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Penanganan bencana di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat menyoroti peran relawan dalam menghadapi berbagai bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (21/9/2026).

Aulia mengajak masyarakat tidak hanya melihat kerja para relawan dari sisi bantuan fisik. Menurutnya, dukungan sederhana berupa semangat dan dorongan moral juga dapat menjadi bagian penting bagi relawan yang tengah bertugas di lapangan.

Ia meminta masyarakat yang belum dapat terlibat secara langsung agar tetap memberikan dukungan melalui cara yang positif. Sebaliknya, masyarakat diimbau tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi maupun komentar yang dapat menurunkan semangat petugas dan relawan.

Baca juga  DPRD Kaltim Dukung Rencana Pemprov Tingkatkan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman

“Kalau kita tidak bisa membantu secara fisik, kita tidak bisa membantu secara langsung, mari kita berikan dorongan atau dukungan secara moril. Jangan malah melalui kanal-kanal media sosial kita menebarkan energi-energi negatif,” ujar Aulia.

Menurutnya, persoalan kebencanaan tidak dapat ditangani hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan koordinasi dan pembagian peran antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta masyarakat agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.

Aulia mencontohkan keterlibatan sejumlah unsur dalam penanganan karhutla di Kukar. Karang Taruna, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan dan Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) menjalankan peran masing-masing sesuai kapasitasnya.

Kolaborasi tersebut, kata Aulia, menunjukkan bahwa berbagai sumber daya yang dimiliki daerah dapat disatukan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Baca juga  Ananda Emira Moeis Sosialisasikan Perda Bantuan Hukum Kepada Masyarakat

“Akan tetapi ketika kita bersama, semua potensi yang ada ini kita satukan, maka dampak atau manfaat yang bisa kita berikan itu jauh lebih luas,” katanya.

Ia mencontohkan bantuan tenda dari Karang Taruna yang kemudian dikoordinasikan bersama BPBD dan Damkar agar penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

Sementara itu, unsur kesehatan turut memberikan dukungan untuk memastikan kondisi para relawan tetap terpantau selama menjalankan tugas.

Bagi Aulia, pola kerja bersama tersebut perlu terus dikembangkan, bukan hanya dalam menghadapi bencana, tetapi juga dalam berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kukar.

Ia pun menekankan pentingnya menghilangkan sekat antarpihak agar seluruh kekuatan yang dimiliki daerah dapat bergerak dalam satu tujuan.

Baca juga  Bupati Kukar Lantik Pengurus KONI 2023–2027, Targetkan Prestasi Olahraga Level Nasional

“Di era kepemimpinan kami tidak ada lagi kau dan aku. Kita ini satu, kita ini kita. Kekuatan kita, Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.

Aulia menambahkan, Kukar membutuhkan kerja bersama dari berbagai unsur untuk menghadapi persoalan yang ada. Ia menyebut kekuatan kolaborasi sebagai modal penting agar upaya pemerintah dan masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Di Kabupaten Kutai Kartanegara kita tidak membutuhkan superhero, akan tetapi yang kita butuhkan adalah super tim yang bekerja dengan baik, yang bekerja dengan kompak, yang bergerak searah dan memberikan dampak yang seluas-luasnya untuk warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya.(adv/diskominfokukar)

Bagikan: