Tinjau Jalan Asa–Juaq Asa, Gubernur Kaltim Nilai Infrastruktur Jadi Penggerak Ekonomi Pedesaan

KUTAI BARAT – Hasil rekonstruksi Jalan Poros Asa–Juaq Asa di Kecamatan Barong Tongkok mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (4/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang dibiayai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama jajaran pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Kehadiran rombongan sekaligus menjadi bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan yang telah selesai dikerjakan.

Bupati Frederick Edwin menjelaskan, Jalan Asa–Juaq Asa merupakan salah satu ruas strategis yang menghubungkan permukiman warga dengan pusat pemerintahan serta berbagai fasilitas pelayanan publik. Karena itu, peningkatan kualitas jalan dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

Baca juga  BUMDes Loa Raya Menambang Harapan dari Batu Padas

“Keberadaan jalan yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di wilayah ini,” ujarnya.

Ruas jalan sepanjang 2,032 kilometer tersebut dibangun melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp6,8 miliar. Jalan menggunakan konstruksi rigid beton selebar lima meter sehingga lebih kuat menahan beban kendaraan, termasuk angkutan hasil perkebunan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, akses jalan yang memadai akan mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa.

Baca juga  Butuh Anggaran Tuk Kendaraan Baru Pusling

Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengar langsung dampak pembangunan jalan tersebut. Kepala Kampung Asa, Imansyah, menyampaikan bahwa warga kini lebih mudah mengakses rumah sakit dan fasilitas kesehatan karena kondisi jalan sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Bagi Rudy, kemudahan masyarakat memperoleh layanan kesehatan menjadi salah satu tujuan utama pembangunan infrastruktur. Selain itu, jalan yang lebih baik juga diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas masyarakat, khususnya para petani.

Menurutnya, Kutai Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama komoditas karet. Di samping itu, wilayah dataran tinggi di daerah tersebut juga dinilai memiliki peluang untuk pengembangan tanaman kopi dan kakao yang bernilai ekonomi.

Baca juga  Lonjakan Pengunjung Perpustakaan Kaltim, Mahasiswa Jadi Penyumbang Terbesar

Dengan akses jalan yang semakin baik, biaya angkut hasil pertanian diperkirakan akan lebih efisien sehingga petani dapat menjangkau pasar dengan lebih cepat. Kondisi tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap pembangunan infrastruktur serupa dapat terus berlanjut di berbagai wilayah. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi agar pemerataan pembangunan infrastruktur dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. (Adv-Diskominfo Kutai Barat).

Bagikan: