Jadikan Germas Gerakan Kolektif, Dinkes Kutim Gandeng Komunitas dan SekolaH

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarno

SANGATTA — Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kutai Timur kini memasuki fase baru. Tidak lagi sekadar kampanye seremonial, Germas diperluas menjadi gerakan kolektif lintas kelompok dengan melibatkan komunitas, sekolah, organisasi pemuda, hingga perguruan tinggi.

Langkah ini menjadi strategi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim untuk memperkuat literasi kesehatan secara lebih merata di seluruh lapisan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menegaskan bahwa keberhasilan Germas hanya bisa dicapai jika masyarakat terlibat aktif.

Baca juga  DPK Kaltim Minta Fasilitas Alat Uji Keaslian Arsip

“Germas bukan acara seremonial, ini gerakan bersama yang harus dipahami semua kelompok,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Menurut Sumarno, pendekatan melalui komunitas terbukti lebih efektif karena memiliki kedekatan sosial dengan warga. Ia menilai kehadiran komunitas membuat sosialisasi lebih hidup dan mudah diterima.

Berbagai komunitas olahraga, pemuda, hingga organisasi perempuan dinilai punya peran penting dalam menyebarkan pesan-pesan Germas seperti pentingnya aktivitas fisik, pola makan sehat, pencegahan penyakit tidak menular, hingga cara sederhana menjaga kesehatan lingkungan.

Baca juga  Maksimalkan Potensi Ekonomi Daerah Dengan Pengelolaan Pajak Yang Optimal

Tak hanya komunitas, sekolah-sekolah menengah juga dilibatkan untuk terus menyebar luaskan pesan-pesan Germas. Sumarno menilai generasi muda memiliki potensi besar sebagai pembawa pesan kesehatan ke keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Sumarno menyebut edukasi secara masif sangat penting, mengingat meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang kini bahkan mulai muncul di kelompok usia produktif.

“Oleh sebab itu pola hidup kita harus berubah. Dan perubahan itu dimulai dari hal sederhana,” tegasnya.

Baca juga  Ekti Emanuel Berikan Bantuan Terhadap 22 Rumah Ibadah di Mahakam Ulu dan Kubar

Ia mengapresiasi sekolah dan komunitas yang secara mandiri ikut mengampanyekan Germas. Hal ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat.

Dinkes Kutim kini menyiapkan rencana kolaborasi jangka panjang untuk menjaga konsistensi Germas. Program yang disiapkan mencakup pelatihan berkala, pendampingan komunitas, hingga kampanye digital yang menyasar kelompok usia muda.

“Harapannya, Germas tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Kutim,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: