Masif Turun ke RT, DLH Kutim Ubah Pola Buang Sampah dari Akar Rumput

SANGATTA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin mengintensifkan edukasi langsung ke tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai strategi utama mengubah perilaku warga dalam pengelolaan sampah.

Pendekatan ini dinilai paling efektif karena menyasar unit sosial terkecil tempat pola kebiasaan masyarakat terbentuk.

Kepala DLH Kutim, Aji Wijaya Effendi, menegaskan bahwa edukasi tidak bisa hanya mengandalkan program formal, melainkan harus hadir langsung di lapangan dan mendekati masyarakat dari lingkup terdekat mereka.

“Kita terus turun ke RT–RT. Edukasi harus dimulai dari pola pikir, bukan hanya penindakan,” ungkap Aji pada Rabu (12/11/2025).

Baca juga  Akses Jalan Jadi Penentu Masa Depan Anak-Anak di Kecamatan Sangatta Selatan

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak warga kini lebih paham pentingnya memilah sampah dan tidak membuangnya sembarangan.

Namun, tantangan masih muncul terutama di pemukiman lama yang berada dekat aliran sungai, di mana kebiasaan turun-temurun sulit dihapus seketika.

Karena itu, DLH menerapkan pendekatan persuasif sebagai fondasi edukasi.

Aji menilai bahwa komunikasi kultural lebih efektif daripada sekadar himbauan formal.

Baca juga  Strategi Dinas PU Kukar Kerjakan Ratusan Proyek Hingga Akhir 2023

Demi memperluas jangkauan, DLH juga menggandeng ketua RT, tokoh adat, hingga komunitas lingkungan.

Kolaborasi ini diyakini memberikan efek domino pada perubahan perilaku warga.

“Kalau tokoh lokal sudah paham, mereka bisa mengarahkan warganya. Dampaknya jauh lebih besar,” ujarnya.

Selain penyuluhan, agenda edukasi di tingkat RT kerap dibarengi praktik langsung seperti kerja bakti dan penataan titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kecil.

DLH bahkan meminta warga ikut menentukan lokasi TPS agar tercipta rasa kepemilikan dan disiplin dalam pengelolaan sampah.

Baca juga  Kelurahan Malu Jadi Pusat Program Padat Karya

Aji menegaskan bahwa sebagus apa pun infrastruktur pengelolaan sampah, semuanya akan sia-sia tanpa perubahan perilaku di akar rumput.

Karena itu, program edukasi berlapis dari sekolah, komunitas, hingga RT akan terus digencarkan.

DLH optimistis bahwa upaya konsisten ini akan membentuk masyarakat Kutai Timur yang lebih sadar lingkungan dalam beberapa tahun mendatang, sekaligus memperkuat fondasi sistem persampahan modern di daerah tersebut. (ADV)

Bagikan: