UMKM Banjir Cuan di Festival Pemuda Kreatif 2025 Kutai Timur

SANGATTA – Penutupan Festival Pemuda Kreatif 2025 di Alun-Alun Perkantoran Bukit Pelangi, Minggu (9/11/2025), berlangsung meriah hingga larut malam.

Acara yang ditutup oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, ini menjadi puncak tiga hari penuh semangat, kreativitas, dan geliat ekonomi lokal yang menggembirakan.

Tak hanya menjadi ajang ekspresi bagi para pemuda, festival ini juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di area festival.

Ribuan pengunjung yang memadati lokasi sejak sore hari membuat omzet pedagang meningkat tajam.

Kehadiran artis nasional Brisia Jodie pada malam penutupan semakin membludakkan pengunjung.

Baca juga  Desa Kandolo Gaspol Penerangan Jalan, Kawasan Poros Ditarget Terang Total Tahun Depan

Alun-alun Bukit Pelangi berubah menjadi lautan manusia, menciptakan suasana yang semarak dan menjadi momentum manis bagi para pelaku usaha kecil.

Salah satu pelaku UMKM, Rando Sanjaya, yang berjualan pempek di sekitar area festival, mengaku penjualannya meningkat drastis sejak hari pertama.

Ia menilai festival ini tak hanya sukses dari sisi hiburan, tapi juga menghidupkan ekonomi warga.

“Sejak pembukaan sudah ramai sekali. Cuaca bagus, pengunjung banyak, dan penjualan meningkat. Festival seperti ini sangat membantu kami pelaku UMKM,” ujarnya dengan senyum puas.

Menurut Rando, area UMKM terbagi di dua lokasi — di dalam kawasan alun-alun dan sepanjang jalan utama di luar area.

Baca juga  Dinkes Kutim Apresiasi Peran PKK dan Komunitas Perempuan dalam Perkuat Kampanye Germas

Setiap malam, pengunjung tak henti berdatangan untuk membeli makanan, minuman, hingga produk kerajinan lokal.

“Pemasukan kami naik signifikan. Kami harap tahun depan lebih ramai lagi, kalau bisa undang artis besar seperti Dewa 19 biar makin meriah,” tambahnya sambil tertawa.

Antusiasme masyarakat yang luar biasa ini menjadi bukti bahwa Festival Pemuda Kreatif bukan hanya wadah bagi pemuda menyalurkan bakat, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat.

Aktivitas jual-beli yang semarak menjadi wujud nyata efek berganda dari kegiatan kepemudaan yang produktif.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, menyebut bahwa keterlibatan UMKM dalam festival ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kolaborasi antar generasi.

Baca juga  Peletakan Batu Pertama Gereja Toraja Prima Sangatta Jadi Simbol Kekuatan Harmoni Kutai Timur

“Festival ini bukan hanya milik anak muda, tapi juga ruang hidup bagi UMKM lokal. Kolaborasi antara kreativitas dan ekonomi inilah yang ingin terus kami dorong,” ujarnya.

Basuki berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

“Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusias masyarakat, kegiatan seperti ini bisa jadi motor penggerak ekonomi dan wadah tumbuhnya kreativitas di Kutai Timur,” tutupnya. (ADV)

Bagikan: