SANGATTA – Singa Mose resmi diperkenalkan sebagai maskot baru Persikutim United dalam acara gala dinner peluncuran tim yang digelar di Sangatta, belum lama ini.
Kehadirannya menjadi simbol semangat juang dan identitas baru bagi klub kebanggaan masyarakat Kutai Timur yang siap berlaga di kompetisi Liga 3 Nasional.
Peluncuran Persikutim United tak hanya memperkenalkan susunan tim dan pelatih baru, tetapi juga menjadi momen penting bagi klub untuk meneguhkan budaya dan karakter lewat kehadiran maskot ikonik berbentuk singa berwarna oranye dengan jersey perpaduan oranye-biru khas Persikutim.
Ketua Umum Persikutim United, Pandi Widiarto, menyebut Singa Mose bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kekuatan dan keberanian yang merepresentasikan semangat tim serta masyarakat Kutai Timur.
“Singa Mose sudah menjadi bagian dari kultur Persikutim. Dengan histori yang sudah pernah ada, saya pikir Singa Mose adalah simbol yang paling tepat untuk klub ini,” ujar Pandi pada Rabu (5/11/2025).
Lebih dari sekadar maskot, nama Singa Mose juga diresmikan sebagai identitas resmi kelompok suporter Persikutim United.
Pandi menyebut pemilihan simbol singa ini erat kaitannya dengan identitas lokal masyarakat Kutim, yang telah lama menjadikan figur singa sebagai lambang kekuatan dan penjaga wilayah.
Secara filosofi, keberadaan singa di Kutai Timur memiliki makna mendalam.
Di pintu masuk ibu kota Sangatta berdiri patung singa ikonik, sementara sejumlah wilayah juga mengadopsi nama singa seperti Kelurahan Singa Geweh, Singa Gembara, dan desa persiapan Singa Karta.
“Singa menggambarkan keberanian, ketangguhan, dan kebanggaan. Itulah semangat yang ingin kami tanamkan ke dalam jiwa seluruh pemain Persikutim,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pelatih Kepala Persikutim United, Purwanto Suwondo, menyampaikan optimisme tinggi untuk membawa tim menembus Liga 2.
Ia menilai semangat dan potensi anak-anak muda Kutai Timur menjadi modal besar untuk tampil kompetitif.
“Kami ingin Persikutim menjadi wadah pembinaan sekaligus kebanggaan masyarakat Kutim. Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, target naik kelas bukan hal yang mustahil,” ujarnya.
Pandi menegaskan, pemilihan Coach Purwanto didasari rekam jejaknya yang kuat di dunia pembinaan sepak bola nasional.
Liga 3, kata dia, bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi fase penting dalam menyiapkan pemain muda agar bisa berkarier secara profesional.
“Beliau ini pelatih dengan pengalaman panjang di pembinaan. Kita ingin anak-anak lokal Kutim nanti bisa orbit menjadi pemain nasional,” ungkapnya.
Melalui simbol Singa Mose, Persikutim United bertekad menyalakan kembali semangat juang dan kebanggaan warga Kutai Timur terhadap sepak bola daerahnya.
Singa bukan hanya lambang kekuatan, tetapi juga pengingat bahwa keberanian, loyalitas, dan semangat pantang menyerah adalah jiwa sejati tim berjuluk Laskar Singa Mose. (ADV)





