Inovasi Pendidikan dari Kutai Barat Bersinar di Gebyar Penghargaan GTK Kaltim 2025: Siap Menginspirasi di Tingkat Nasional

FRASA.ID, KUTAI BARAT– Ajang Gebyar Penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kalimantan Timur 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kaltim di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, telah menjadi panggung bagi para inovator pendidikan untuk menunjukkan karya terbaiknya. Di antara para peserta yang berprestasi, dua guru dari Kutai Barat, yaitu Yohanes Asmardin Halawa dari SMA Negeri 1 Nyuatan dan Desi Susanti dari SMA Negeri 1 Sendawar, berhasil meraih gelar juara pertama dan siap mewakili Kaltim di tingkat nasional.

Keberhasilan Yohanes dan Desi merupakan bukti nyata bahwa inovasi dan dedikasi dalam dunia pendidikan dapat membawa perubahan positif bagi siswa dan sekolah. Mereka berhasil memukau para juri dengan inovasi pembelajaran yang kreatif dan efektif, yang mampu meningkatkan minat belajar siswa dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Baca juga  Mengenal Gebrakan UMKM Corner FKP Kukar

Gebyar Penghargaan GTK merupakan agenda tahunan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbudristek yang diselenggarakan serentak di seluruh provinsi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Ajang ini menjadi wadah bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk berbagi pengalaman, menampilkan karya inovatif, serta menginspirasi satu sama lain untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 36 guru dan tenaga kependidikan terbaik dari Kalimantan Timur akan melaju ke tingkat nasional. Mereka merupakan para pemenang pertama dari 43 kategori lomba yang diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.

Dalam ajang tingkat provinsi, karya para peserta dinilai oleh 18 juri profesional yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, serta tenaga fungsional BGTK Kaltim. Yohanes dan Desi berhasil tampil menonjol berkat inovasi pembelajaran yang mereka kembangkan di sekolah masing-masing, yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Baca juga  Pameran Pusaka di Lamin TBS Jadi Magnet Wisata dan Pelestarian Budaya Kutai Barat

Sebelum melaju ke tingkat provinsi, Yohanes dan Desi telah melalui proses seleksi ketat di tingkat kabupaten melalui Cabang Dinas Pendidikan Kaltim Wilayah IV. Keberhasilan mereka meraih juara pertama di tingkat provinsi merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.

“Prestasi ini merupakan buah dari komitmen dan kerja keras dalam memberikan layanan pendidikan terbaik. Mari terus dukung dan doakan kami agar bisa menunjukkan yang terbaik di pusat dan mengharumkan Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Yohanes.

Desi juga menyampaikan harapannya agar pencapaian ini menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya di Kutai Barat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran. “Karena setelah ini kami lanjut ke nasional, tentu butuh doa agar perjalanan dilancarkan. Kami juga ingin berbagi praktik baik agar pendidikan di daerah semakin maju,” ujar Desi.

Baca juga  Muhammad Samsun Minta Pemprov Kaltim Perhatikan Daerah yang Belum Rasakan Listrik

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yohanes dan Desi atas prestasi yang telah diraih, serta berharap mereka dapat meraih kesuksesan di tingkat nasional dan menginspirasi para pendidik lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Keberhasilan Yohanes dan Desi merupakan bukti nyata bahwa dengan inovasi dan dedikasi, para pendidik dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur dan Indonesia.(Adv/Kr)

Bagikan: