Pemprov Kaltara Pelajari Pengembangan Kratom di Kukar, Bidik Kerja Sama Strategis

FRASA.ID, TENGGARONG-Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka mempelajari pengelolaan dan pengembangan komoditas kratom, Kamis (16/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kukar.

Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Hery Rudiyono, bersama rombongan yang terdiri dari unsur legislatif, DPRD, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara.

Hery menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan penugasan langsung dari Gubernur Kalimantan Utara untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kerja sama yang dibidik meliputi skema antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antarpelaku usaha (business to business/B2B).

Baca juga  Dekranasda Kukar 2025–2030 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Industri Kerajinan Lokal

“Ini langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi antara Pemprov Kaltara dan Pemkab Kukar, baik melalui skema G2G maupun B2B,” ujarnya.

Menurut Hery, komoditas kratom memiliki potensi ekonomi yang besar dan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi petani di Kalimantan Utara. Permintaan pasar yang terus meningkat dinilai menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

Ia menambahkan, Kutai Kartanegara dipilih sebagai lokasi studi karena dinilai lebih maju dalam pengembangan kratom, baik dari sisi budidaya maupun tata kelola. Pengalaman Kukar diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kaltara dalam mengembangkan komoditas serupa.

Baca juga  Wabup Rendi Solihin Prihatin Marak Laka Air, Minta Dishub Anggarkan Bantuan Pelampung

“Harapannya, dalam waktu dekat kerja sama ini bisa ditindaklanjuti ke tahap yang lebih konkret,” katanya.

Hery juga mengungkapkan bahwa potensi kratom di Kalimantan Utara cukup besar dan tersebar di sejumlah wilayah seperti Malinau, Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan, khususnya di kawasan pasang surut. Namun, pengelolaannya masih belum maksimal karena komoditas tersebut relatif baru di daerah tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai langkah ini sebagai upaya memperkuat sinergi antar daerah dalam pengembangan komoditas unggulan.

Baca juga  Rendi Solihin Salurkan Bantuan dan Dukungan Moril Kepada Warga Korban Kebakaran di Pal 05 Tenggarong

Ia menyebutkan, Kukar saat ini memiliki sekitar 12.000 petani kratom dengan kapasitas produksi yang pernah mencapai 200 hingga 300 ton per bulan dan telah menembus pasar ekspor.

Menurutnya, peluang kerja sama sangat terbuka, terutama dalam hal distribusi. Selama ini, distribusi kratom dari Kalimantan Utara masih banyak mengarah ke Kalimantan Barat, sehingga ke depan dapat dialihkan melalui kerja sama dengan Kukar.

“Kerja sama ini diharapkan bisa segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat ekonomi, termasuk peningkatan pendapatan asli daerah,” pungkasnya.

Bagikan: