Bupati Ardiansyah: Pendidikan Adalah Jalan Mengangkat Martabat dan Masa Depan Warga Kutim

Sektor pendidikan di Kutim (Istimewa)

SANGATTA — Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman kembali menekankan bahwa seluruh upaya pembangunan pendidikan yang dilakukan pemerintah daerah memiliki satu tujuan besar meningkatkan martabat dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pendidikan harus mampu membuka peluang hidup yang lebih baik bagi setiap anak Kutai Timur.

“Pendidikan itu bukan soal sekolah saja tetapi tentang bagaimana kita membangun manusia yang siap menghadapi perubahan,” ungkapnya pada Jum’at (21/11/2025).

Ardiansyah menjelaskan bahwa pemerintah telah menempuh perjalanan panjang dalam memajukan pendidikan.

Baca juga  Manajemen Baru Persikutim United Siap Bawa Klub Naik Kasta ke Liga 2

Program-program yang dimulai sejak 2010, termasuk BUPI, terus diperkuat hingga kini melalui strategi terbaru seperti Sitisek.

Semua inisiatif tersebut, katanya, dirancang agar masyarakat bisa memperoleh layanan pendidikan dengan lebih mudah dan murah.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung atau ruang kelas baru.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan pelayanan pendidikan benar-benar menjangkau seluruh anak di Kutai Timur, terutama kelompok rentan.

Baca juga  Mahyunadi Buka Festival Pesona Budaya 2025: Kutai Timur adalah Rumah Besar Semua Kebudayaan

Ia menyoroti bahwa anak dari keluarga miskin, buruh harian, maupun pekerja informal kerap memiliki risiko lebih tinggi untuk putus sekolah.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan perlindungan khusus.

Dalam penyampaiannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan berfungsi sebagai instrumen perubahan sosial.

Ketika SDM kuat, maka daerah pun akan berkembang lebih cepat.

“Kalau SDM kita kuat maka Kutai Timur akan lebih mandiri, lebih kompetitif, dan lebih siap menghadapi masa depan,” terangnya.

Baca juga  Zona Pengangkutan Sampah Baru Akan Dibentuk, Kutim Siapkan 3 UPT Pengelola

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, perangkat desa, hingga masyarakat, untuk berperan aktif menjaga keberlanjutan program pendidikan yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade.

Bupati menyebut bahwa pendidikan adalah aset terbesar wilayah ini, aset yang harus terus diperkuat untuk memastikan kesejahteraan generasi mendatang. (ADV)

Bagikan: