Kutim Perluas Akses Kesehatan, Dokter Spesialis Turun Langsung Layani Warga

Suasana Pos Kesehatan pada HKN Ke-61

SANGATTA — Akses terhadap dokter spesialis masih menjadi persoalan serius yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim). Di tengah tantangan geografis dan jarak tempuh yang tidak pendek, masyarakat kerap harus menuju kota besar hanya untuk mendapatkan layanan medis lanjutan.

Namun momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun ini menjadi titik perubahan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menghadirkan dokter spesialis anak dan penyakit dalam secara langsung untuk melayani pemeriksaan gratis bagi masyarakat.

Baca juga  Kecamatan Tenggarong Salurkan Bantuan di Kelurahan Maluhu

Langkah ini menjadi simbol komitmen daerah memperluas akses layanan rujukan dan menghapus hambatan bagi warga di pesisir maupun pedalaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menegaskan pentingnya menghadirkan layanan spesialis lebih dekat ke masyarakat.

“Ini ada dua dokter spesialis, dokter spesialis anak sama penyakit dalam,” tuturnya, Rabu (26/11/2025).

Menurut Sumarno, kegiatan pemeriksaan gratis ini tidak sekadar memberikan pelayanan cepat, tetapi juga membuka gambaran baru mengenai kondisi kesehatan masyarakat Kutim.

Baca juga  Laporan Reses III Masa Sidang III DPRD Kubar Siap Wujudkan Pembangunan Daerah yang Merata

Banyak masalah kesehatan yang selama ini tidak terdeteksi akhirnya bisa ditemukan lebih awal.

Kebutuhan dokter spesialis, katanya, cukup tinggi, terutama di wilayah pinggiran yang belum memiliki akses rujukan memadai.

Kehadiran dokter spesialis dalam kegiatan HKN menjadi solusi sementara sambil menunggu penataan sistem kesehatan jangka panjang.

Upaya memperluas akses layanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada tenaga dokter.

Baca juga  Rangkaian HKN ke-60, Dinkes Kutim Lakukan Senam Sehat dan Pengecekan Kesehatan Gratis

Dinkes Kutim juga memastikan seluruh organisasi profesi kesehatan, mulai dari bidan, perawat, dokter umum, hingga analis laboratorium, ikut memberikan pendampingan berlapis.

“Semua profesi ada pendampingan, ada ketua dan pembina di masing-masing organisasi,” ujar Sumarno. (Adv)

 

 

 

 

 

 

Bagikan: