FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengembangkan strategi untuk memperkuat perekonomian daerah berbasis potensi wilayah. Salah satu terobosan yang akan direalisasikan adalah program Kawasan Ekonomi Sejahtera yang melibatkan seluruh kecamatan di Kukar.
Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari visi besar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati H. Rendi Solihin dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
“Program dedikasi kawasan ekonomi sejahtera dirancang untuk mengembangkan kawasan-kawasan strategis sebagai simpul pergerakan ekonomi yang efektif dan efisien,” ujarnya, Senin (14/10/2025).
Fathul menjelaskan, pengembangan kawasan ini berlandaskan pemanfaatan sumber daya ekonomi terbarukan di tiap kecamatan, sesuai karakteristik dan potensi unggulannya.
Untuk memperjelas strategi pengembangan, wilayah Kukar dibagi ke dalam tiga zona ekonomi utama, yaitu:
1. Zona perdagangan dan jasa, yang fokus di area perkotaan,
2. Zona industri hijau, mencakup sektor pertanian, perkebunan, dan hilirisasi,
3. Zona pusat pangan dan pariwisata, untuk kecamatan yang memiliki kekayaan alam dan daya tarik wisata.
“Melalui pembagian zona ini, pemerintah ingin menggeser ketergantungan ekonomi yang sebelumnya berbasis ekstraktif menuju ekonomi bernilai tambah dan ramah lingkungan,” tambahnya.
DiskopUKM sendiri memiliki peran penting sebagai penghubung antara pelaku usaha di sektor hulu dengan sektor hilir, terutama dalam hal diversifikasi produk pertanian dan perkebunan agar tidak hanya berhenti pada bahan mentah.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan simpul-simpul ekonomi baru di setiap wilayah, sehingga peningkatan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.
Fathul menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi ranah DiskopUKM saja, namun melibatkan hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dari sektor pertanian dan perikanan, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung yang digarap Dinas PUPR.
“Prinsipnya, kita mengoptimalkan potensi unggulan di tiap kecamatan lalu mengintervensinya secara terintegrasi. Dengan begitu, pembangunan ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir bisa terwujud,” jelasnya.
Dengan berfokus pada tiga simpul ekonomi tersebut, Pemkab Kukar menargetkan percepatan pemerataan pembangunan serta peningkatan daya saing daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.





