FRASA.ID, NASIONAL-Kualitas makanan sehat tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan. Hal ini disampaikan oleh praktisi kesehatan, Anton D Saputra, yang menyoroti pentingnya kebersihan dan kelayakan alat masak serta alat makan.
Menurutnya, perhatian masyarakat selama ini cenderung terfokus pada pemilihan bahan makanan bergizi, sementara faktor pendukung seperti peralatan dapur kerap diabaikan. Padahal, aspek tersebut berperan besar dalam menjaga keamanan dan kualitas makanan sebelum dikonsumsi.
Ia menjelaskan bahwa proses pengolahan makanan yang tidak higienis dapat memicu kontaminasi, baik dari bakteri maupun dari material peralatan yang sudah rusak, seperti karat. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga dapat merusak kandungan nutrisi dalam makanan.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah kerusakan vitamin akibat interaksi dengan material tertentu. Nutrisi penting seperti vitamin C dapat mengalami penurunan fungsi ketika terpapar unsur logam dari peralatan yang tidak layak pakai.
Selain itu, peralatan yang sudah berkarat cenderung memiliki permukaan berpori, sehingga lebih mudah menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme berbahaya. Hal ini tentu meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi konsumen.
Tak hanya itu, alat masak dengan lapisan pelindung seperti teflon juga perlu mendapat perhatian. Jika permukaannya sudah tergores atau rusak, lapisan tersebut berpotensi melepaskan partikel yang tidak aman bagi tubuh.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih dan merawat peralatan dapur. Penggunaan bahan yang bersifat inert atau tidak bereaksi dengan makanan menjadi salah satu solusi untuk menjaga kualitas serta keamanan pangan.
Dengan memperhatikan kebersihan dan kualitas peralatan, masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan manfaat dari makanan sehat yang dikonsumsi setiap hari.





