FRASA.ID, TENGGARONG-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara meresmikan sejumlah fasilitas layanan kesehatan baru di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang, Kamis, 15 Januari. Fasilitas tersebut meliputi Gedung Nuri untuk layanan VVIP dan Gedung Murai yang difungsikan sebagai pusat layanan kanker terintegrasi.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan, kehadiran dua gedung ini merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Ia menyebut fasilitas tersebut sebagai yang pertama di tingkat kabupaten se-Kalimantan Timur.
“Gedung Nuri kami siapkan sebagai layanan VVIP dengan konsep promotif dan preventif. Masyarakat tidak harus dalam kondisi sakit. Medical check-up, infus vitamin, fisioterapi, hingga layanan menginap tersedia di sana,” kata Aulia saat peresmian.
Menurut Aulia, fasilitas paling krusial adalah Gedung Murai yang dirancang sebagai pusat layanan kanker dengan konsep pelayanan terintegrasi. Seluruh tahapan penanganan, mulai dari diagnosis, terapi, hingga perawatan paliatif, disiapkan dalam satu kawasan layanan.
“Begitu pasien terdiagnosis kanker, semua layanan penanganannya tersedia di RSUD AM Parikesit. Pasien yang bisa dioperasi maupun yang tidak, tetap mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasien kanker yang bersifat operabel dapat langsung menjalani tindakan pembedahan. Sementara pasien nonoperabel tetap memperoleh layanan kemoterapi dan radioterapi. Ke depan, rumah sakit ini juga ditargetkan memiliki layanan kedokteran nuklir.
Untuk mendukung kenyamanan pasien dan keluarga, Pemerintah Kabupaten Kukar juga menyiapkan rumah singgah yang berada di depan rumah sakit, khusus bagi pasien dari wilayah terpencil yang membutuhkan perawatan dalam jangka waktu lama.
Direktur RSUD AM Parikesit, dr. Martina Yulianti, mengatakan Gedung Murai dilengkapi fasilitas kemoterapi rawat inap dengan kapasitas sekitar 20 pasien. Di lantai tiga terdapat 10 ruangan dengan dua tempat tidur per ruangan, serta dua ruangan khusus rawat inap kemoterapi.
“Untuk pasien rawat jalan, kami menyediakan ruang kemoterapi outpatient dengan kapasitas sekitar tujuh pasien, sehingga setelah tindakan bisa langsung pulang,” kata Martina.
Sementara itu, layanan radioterapi ditargetkan mampu melayani hingga 40 pasien per hari. Namun, Martina mengakui proses pemenuhan dan penyesuaian peralatan medis masih terus dilakukan agar layanan dapat berjalan optimal.
Bupati Aulia juga memastikan kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung operasional layanan kanker tersebut. Ia menegaskan seluruh layanan lanjutan di RSUD AM Parikesit dapat diakses masyarakat melalui program berobat gratis cukup dengan KTP, setelah melalui proses skrining dan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Saat ini, RSUD AM Parikesit telah berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan bagi Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Pemerintah Kabupaten Kukar juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasanuddin, untuk pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis.
“Pembiayaan dokter spesialis ditanggung pemerintah daerah. Kami juga menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa tingkat akhir. Kerja sama ini telah memiliki kesepakatan dan perjanjian resmi,” kata Aulia.






