Dukungan BI Dinilai Jadi Peluang Besar, Camat Sangatta Selatan Dorong Teluk Sangkima Bangun Koperasi yang Kuat

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (Copilot AI)

SANGATTA — Upaya meningkatkan ekonomi masyarakat Teluk Sangkima mendapat angin segar setelah Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapan memberikan pendampingan bagi pengembangan koperasi desa.

Inisiatif ini dinilai membuka ruang besar bagi tumbuhnya kelembagaan ekonomi yang lebih profesional dan berdaya saing.

Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, S.H, mengapresiasi komitmen BI dan menyebut program pembinaan tersebut sangat penting bagi masyarakat yang selama ini ingin membentuk koperasi namun masih menghadapi keterbatasan kapasitas.

“BI ingin membantu masyarakat, tapi bentuknya pembinaan, bukan dana tunai. Mereka fokus memperkuat sistem usaha,” jelasnya pada Rabu (12/11/2025).

Baca juga  KARTAS: Kampung Geleo Asa Jadi Pusat Kreativitas Seni di Kutai Barat

BI menawarkan pendampingan dalam bentuk penguatan manajemen, analisis usaha, hingga penyusunan strategi pengembangan produk lokal.

Pendekatan ini disebut mampu memberikan fondasi yang lebih kuat bagi koperasi agar dapat bertahan dan berkembang.

Rusmiati menuturkan komunikasi dengan BI berjalan baik.

Bahkan sudah ada rencana kunjungan langsung untuk bertemu masyarakat dan berdiskusi mengenai bentuk program yang paling sesuai dengan kondisi Teluk Sangkima.

“Pak Edi dari BI sudah menelepon saya. InsyaAllah mereka akan datang untuk duduk bersama masyarakat,” katanya.

Baca juga  Tim Hukum KB - KINSU Laporkan Dugaan Pelanggaran Pilkada 2024 Kepada Bawaslu Kutai Timur

Selain pengembangan koperasi, potensi gaharu di wilayah Sangatta Selatan juga mulai mendapat perhatian dari pasar internasional.

Permintaan dari Arab Saudi disebut sebagai peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan, salah satunya melalui petani gaharu asal Teluk Sangkima, Sahlan, yang siap melakukan produksi.

Namun Rusmiati menilai program ekonomi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan infrastruktur dasar.

Salah satu tantangan terbesar ialah akses listrik yang belum masuk ke beberapa dusun karena persoalan perizinan kawasan.

Baca juga  Eks Pemain Timnas Purwanto Suwondo Bawa Semangat Baru untuk Persikutim United

“Potensi kita besar, tapi tetap harus didukung listrik. Ini kebutuhan dasar dan harus dipenuhi,” tuturnya.

Ia berharap pembinaan dari BI mampu membantu masyarakat membangun struktur koperasi yang kuat.

Musyawarah desa menjadi kunci dalam menentukan pengurus, mekanisme kerja, dan arah pengembangan agar program pendampingan dapat berjalan efektif.

Dengan hadirnya dukungan tersebut, Rusmiati optimistis produk lokal Sangatta Selatan dapat berkembang menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai jual tinggi di pasar nasional hingga internasional. (Adv)

Bagikan: