Bupati Kutim Letakkan Batu Pertama Tanda Pembangunan Pasar Sepaso Dimulai

Bupati Kutai Timur Saat Memberikan Sambutan Setelah Peletakkan Batu Pertama Pasar Sepaso di Kecamatan Bengalon

FRASA.ID, KUTAI TIMUR – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) membangun pasar tradisional di Kecamatan Bengalon.

Pasalnya, Kecamatan Bengalon salah satu wilayah di Kabupaten Kutai Timur yang belum memiliki bangunan pasar tradisional yang secara definitif dikelola oleh Pemerintah.

Oleh sebab itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman melakukan peletakkan batu pertama sebagai permulaan pembangunan pasar tradisional tersebut.

Baca juga  Petani Jahe di Desa Jonggon Jaya Kembali Bergeliat Berkat Kehadiran RPB

“Dengan hadirnya Pasar Sepaso, kami berharap dapat memfasilitasi perdagangan yang lebih modern, tertib, dan nyaman bagi pembeli maupun penjual khususnya di Kecamatan Bengalon,” ujar Ardiansyah, Jumat (13/12/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga mengingatkan agar pembangunan Pasar Sepaso dilakukan secara maksimal mulai dari fasilitas hingga ornamen – ornamen pendukungnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar pembangunan Pasar Sepaso diselesaikan secara tepat waktu dengan kualitas yang memadai.

Baca juga  Kemenkeu Bagi Rezeki, Kukar Kecipratan Rp11,6 Miliar Dana Insentif Fiskal

“Saya ingin data kios juga dilengkapi, mohon segala pihak mendukung pembangunan pasar ini sampai tuntas dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tuturnya.

Ardiansyah juga berharap dengan pembangunan Pasar Sepaso maka pertumbuhan ekonomi daerah di Kecamatan Bengalon bisa meningkat.

Sebagai bahan tambahan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani menyampaikan bahwa total anggaran yang diperlukan untuk menyelesaikan bangunan Pasar Sepaso sebesar Rp 23 miliar.

Baca juga  Sekolah Negeri di Kutai Timur Gratis, Disdikbud Tanggung Seluruh Biaya

“Pembangunan tahap pertama pada tahun ini berupa konstruksi rangka baja ringan dengan biaya Rp 6 miliar,” imbuhnya. (Adv)

Bagikan: