Cegah Internet Gratis Mubazir, Diskominfo Kukar Sesuaikan Perangkat dengan Kebutuhan RT

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Penyediaan internet gratis di tingkat rukun tetangga (RT) melalui Program RT-KU Terbaik tidak hanya berkaitan dengan pemasangan jaringan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) juga perlu memastikan teknologi dan perangkat yang digunakan sesuai dengan kebutuhan warga agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Hal itu menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar dalam mengawal pelaksanaan program yang menyasar 3.214 RT. Pendampingan teknis disiapkan agar setiap lingkungan dapat menentukan pilihan koneksi berdasarkan kondisi wilayah, jumlah penduduk, serta jangkauan jaringan yang tersedia.

Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengatakan kebutuhan internet setiap RT tidak selalu sama. Wilayah yang sudah memiliki jaringan kabel optik tentu memiliki pilihan berbeda dibandingkan kawasan yang belum terjangkau infrastruktur tersebut.

Baca juga  Dispora Kukar Matangkan Persiapan Porprov Korpri Kaltim 2026, Bidik Peringkat Teratas

Karena itu, Diskominfo tidak akan memaksakan satu teknologi untuk seluruh wilayah. Penggunaan jaringan provider melalui kabel optik dapat menjadi pilihan di kawasan yang sudah terlayani. Sementara teknologi satelit seperti Starlink maupun Orbit bisa dipertimbangkan untuk daerah yang memiliki keterbatasan jaringan.

“Kalau kami dari Diskominfo itu mendapat tugas untuk pengawalan teknisnya. Jadi nanti bagaimana teknologinya, seperti apa pemasangannya, kemudian bagaimana penanganan kalau ada gangguan, itu di kami,” ujar Solihin, Selasa (27/10/2026).

Baca juga  Bupati Kukar Tinjau Pelayanan Kesehatan Desa Segihan, Tegaskan Penanganan Gizi Anak

Selain koneksi internet, kebutuhan perangkat pendukung juga menjadi bagian yang harus diperhitungkan. Router dan access point, misalnya, perlu disesuaikan dengan luas jangkauan serta jumlah masyarakat yang akan menggunakan fasilitas tersebut.

Solihin menjelaskan, penentuan perangkat harus mempertimbangkan kemampuan anggaran dan kebutuhan masing-masing RT. Dengan perencanaan yang tepat, fasilitas internet diharapkan mampu menjangkau warga secara efektif, bukan sekadar memenuhi target pemasangan.

“RT punya dana sekian, teknologinya apa yang cocok. Nanti berapa perangkat yang kita siapkan, tergantung penduduknya,” jelasnya.

Baca juga  Halal Bihalal Dispora Kukar Jadi Momentum Kebersamaan Usai Lebaran

Untuk memberikan kepastian dalam pelaksanaan, Diskominfo Kukar juga menyiapkan regulasi dan petunjuk teknis. Pedoman tersebut nantinya menjadi acuan bagi RT, mulai dari pemilihan teknologi, pemasangan perangkat, hingga mekanisme penanganan ketika jaringan mengalami gangguan.

Program RT-KU Terbaik sendiri merupakan bagian dari upaya Pemkab Kukar memperluas akses infrastruktur digital hingga lingkungan permukiman. Melalui pendampingan dan perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, pemerintah berharap fasilitas internet gratis dapat digunakan secara berkelanjutan untuk menunjang kebutuhan informasi, komunikasi, serta aktivitas produktif masyarakat.(adv/diskomkukar)

Bagikan: