Harlah ke-34 Ponpes Assalam, Pesan Kerukunan dan Moderasi Beragama Menguat dari Kutai Barat

FRASA.ID,KUTAI BARAT – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning di Kabupaten Kutai Barat menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan dan moderasi beragama. Sejumlah tokoh nasional dan daerah menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman sebagai modal utama pembangunan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Kebangsaan yang menghadirkan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sebagai narasumber utama di lingkungan Ponpes Assalam Arya Kemuning, Sabtu (4/7/2026).

Dalam paparannya, Nasaruddin Umar menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Menurutnya, keharmonisan antarsuku, agama, dan budaya menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sikap saling menghormati serta menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga  "Kubarkita": Era Baru Pelayanan Publik di Kutai Barat, Sinergi Digital untuk Masyarakat yang Lebih Baik

Selain itu, Menteri Agama mendorong lembaga keagamaan, termasuk pondok pesantren, untuk terus mengambil peran dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif. Menurutnya, institusi keagamaan tidak hanya bertugas mencetak generasi yang memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menjadi penggerak perdamaian dan pelayanan bagi masyarakat luas.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kehidupan masyarakat di Kalimantan Timur mencerminkan keberhasilan menjaga toleransi di tengah kemajemukan. Ia menyebut Kabupaten Kutai Barat sebagai salah satu daerah yang mampu mempertahankan hubungan harmonis antarmasyarakat meski terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama.

Baca juga  Tak Main-Main! Pemkab Kukar Kucurkan Rp 78 Miliar untuk PSU Pilkada

Menurut Rudy, kondisi tersebut menjadi modal besar dalam menciptakan stabilitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen menjaga kerukunan melalui sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai semangat toleransi yang selama ini tumbuh di Kutai Barat harus terus dipelihara agar daerah tetap aman, damai, dan kondusif.

Frederick juga memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning yang selama lebih dari tiga dekade tidak hanya berkontribusi di bidang pendidikan, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program sosial kemasyarakatan.

Baca juga  Pemkab Kutim Gelar Gerakan Tanam Perdana Gapoktan Abadi Jaya

Berbagai kegiatan seperti pembinaan mualaf, khitanan massal, hingga pelayanan nikah massal dinilai menjadi bukti bahwa pesantren mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.

Ia berharap momentum Harlah ke-34 Ponpes Assalam semakin memperkuat semangat persaudaraan, gotong royong, dan moderasi beragama, sehingga Kutai Barat tetap menjadi daerah yang harmonis di tengah keberagaman masyarakatnya.

Dialog Kebangsaan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Syarifah Suraidah Harum, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur Abdul Khaliq, pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, jajaran perangkat daerah, tokoh lintas agama, serta ratusan santri dan masyarakat. (Adv-Diskominfo Kutai Barat).

Bagikan: