Wabup Kutim Mahyunadi Singgung Piagam tanpa Figura di Festival Pesona Budaya 2025

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat hadir di Festival Pesona Budaya 2025 (Istimewa)

SANGATTA — Pembukaan Festival Pesona Budaya 2025 berlangsung meriah, namun ada satu momen ringan yang langsung mencuri perhatian.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, secara spontan menyampaikan masukan kepada panitia mengenai piagam penghargaan yang dibagikan tanpa figura.

Momen tersebut muncul ketika Mahyunadi baru saja menyerahkan piagam kepada peserta.

Sambil tersenyum, ia mengapresiasi seluruh peserta, namun juga menyinggung perlunya perbaikan detail teknis di acara budaya sebesar ini.

“Karena tadi saya menyerahkan piagam tidak pakai figura lain kali kalau bikin piagam kasih figura yang bagus-bagus,” ujarnya pada Jumat (21/11/2025).

Baca juga  Makin Membludak, Dispusip Berau Butuh Gedung Depo Arsip Baru

Komentar itu disampaikan dengan gaya ngobrol santai, tetapi tetap memberi pesan jelas bahwa penghargaan harus mampu memberikan kebanggaan bagi penerimanya.

Ia ingin kemasan piagam terlihat pantas dan mencerminkan keseriusan penyelenggaraan festival.

“Jangan hanya tidak pakai figura begitu, kurang elok,” tegasnya.

Mahyunadi menegaskan bahwa kritik tersebut bukan bentuk ketidakpuasan, melainkan dorongan agar festival terus berkembang menjadi lebih profesional.

Ia menyampaikan masukan itu dengan nada bersahabat, sekaligus mengingatkan bahwa detail kecil sering kali memberi kesan besar.

Baca juga  Manajemen Baru Persikutim United Siap Bawa Klub Naik Kasta ke Liga 2

“Ini kritik, mohon maaf, mumpung ingat karena kalau sudah pulang nanti tidak ingat,” ujarnya sambil disambut tawa ringan para tamu.

Di luar kritik ringan tersebut, Mahyunadi tetap memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras panitia yang telah menyiapkan festival selama tiga hari ini.

Ia menilai acara budaya seperti ini sangat penting untuk menampilkan kekayaan budaya daerah serta membuka ruang ekspresi bagi masyarakat.

Menurutnya, festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap identitas Kutai Timur yang kaya akan keragaman seni.

Baca juga  Pemkab Kukar Siapkan Kawasan Ekonomi Sejahtera, Dorong Potensi Unggulan di Setiap Kecamatan

Karena itu, penyelenggaraan yang rapi dan detail akan membuat peserta semakin percaya diri menampilkan karya terbaik mereka.

Mahyunadi berharap penyelenggaraan tahun berikutnya dapat terus ditingkatkan, baik dari segi konsep, tampilan visual, maupun penyajian penghargaan.

Baginya, kualitas acara juga akan mempengaruhi kebanggaan masyarakat terhadap budaya lokal.

Di akhir sambutan, Mahyunadi resmi membuka Festival Pesona Budaya 2025 dengan salam dari berbagai tradisi sebagai simbol keberagaman yang hidup di Kutai Timur. (ADV)

Bagikan: